Bus Sekolah Denpasar Ajak Siswa Menabung Botol dan Gelas Plastik

Akhir Januari 2019 merupakan target pelaksanaan penukaran tiket Bus Sekolah Kota Denpasar dengan menggunakan botol dan gelas minuman bekas

Bus Sekolah Denpasar Ajak Siswa Menabung Botol dan Gelas Plastik
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah siswa menaiki Bus Sekolah Gratis di Jalan Kamboja, Denpasar, Senin (7/1/2019). Dinas Perhubungan Denpasar menyosialisasikan pada siswa membayar tiket bus dengan sampah plastik. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akhir Januari 2019 merupakan target pelaksanaan penukaran tiket Bus Sekolah Kota Denpasar dengan menggunakan botol dan gelas minuman bekas.

Dihubungi Tribun Bali pada Rabu (9/1/2019), Kepala UPT Pelayanan Transportasi Darat Dishub Kota Denpasar, I Dewa Ktetut Adi Pradnyana menyebutkan, nantinya botol maupun gelas minuman bekas tersebut akan ditabungkan ke Bank Sampah dan dicatat sebagai penukaran tiket.

“Untuk sementara sistem IT sedang disusun dan saat ini pencatatan masih manual,” jelasnya.

Nantinya, apabila siswa menyetor 30 botol plastik bekas, maka siswa akan mendapatkan tiket Bus Sekolah Kota Denpasar selama 30 hari.

Dikatakannya, secara tidak langsung dengan sosialisasi dan penerapan langkah penukaran tiket dengan barang bekas ini, akan menumbuhkan semangat siswa dalam menjaga lingkungkan dan juga meminimalisir sampah plastick yang dibuang secara sembarangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sosialisasi tiket Bus Sekolah Kota Denpasar menggunakan botol dan gelas plastik bekas telah dilakukan sejak awal Januari 2019.

Dan sistem ini rencananya akan mulai dilaksanakan akhir Januari 2019.

Menurut I Dewa Ketut Adi Pradnyana, ada tiga opsi pelaksanaan pengumpulan botol dan gelas minuman bekas.

“Opsi pertama, apabila orangtuanya atau anggota keluarganya telah terdaftar di bank sampah tertentu, si anak tidak perlu lagi membawa botol plastik. Kedua, apabila anak sudah terdaftar di bank sampah sekolah, tidak perlu lagi membawa botol atau gelas minuman bekas. Dan kalau satu dan dua tidak dilakukan, maka dia wajib menyetorkan botol atau gelas minuman bekas,” ujarnya.

(*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved