Persiapan Menghadapi Pra PON 2019, Pengprov Perbasi Bali Akan Bentuk Tim Bayangan

Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Bali akan bentuk tim bayangan untuk persiapan Pra PON 2019

Persiapan Menghadapi Pra PON 2019, Pengprov Perbasi Bali Akan Bentuk Tim Bayangan
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
IGN Oka Darmawan saat ditemui Tribun Bali di KONI Bali, Denpasar, Bali, Senin (7/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Bali akan bentuk tim bayangan untuk persiapan Pra PON 2019.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali, IGN Oka Darmawan.

“Pra PON (Basket) 2019 rencananya sekitar bulan Juli. Jadi kami sudah inventarisasi dalam waktu dekat akan membuat tim bayangan untuk persiapan Pra PON,” ujarnya di KONI Bali, Denpasar, Bali, Senin (7/1/2019).

Khusus nomor 3 on 3, Bali wajib memenuhi satu syarat lagi jika ingin berlaga di Pra PON yakni menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda).

Bali saat ini baru menggelar satu kali kejurda, sementara syarat untuk mengikuti  Pra PON adalah dua kali Kejurda.

“Kemudian khusus untuk 3 on 3, itu kan persyaratannya dua kali ada kejurda, kita sudah pernah mengadakan kejurda sekali, sehingga kita harus mengadakan kejurda lagi baru bisa ikut 3 on 3 di PON, oleh sebab itu kita berkeinginan membuat (kejurda) 3 on 3 yang dilaksanakan Februari atau Maret 2019," ucapnya.

Dikatakan Oka, PON 2020 kuota atlet dibatasi hanya sekitar 8.000 - 7.000 saja, pembatasan kuota atlet tersebut juga berdampak pada cabor basket.

“Secara keseluruhan cabor-cabor itu kuotanya kan dibatasi, sehingga yang tadinya 16 ribu sekian, sekarang menjadi cuma 8 sampai 7 ribu sekian, berarti kan kuota dibatasi. Di dalam basket pun dibatasi, yang tadinya misalnya kalau putra itu dicari 12 besar, sekarang mungkin dicari 10 besar, kemudian di putri yang awalnya dicari 10 besar sekarang 8 besar,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, Binpres KONI Bali sedang menganalisa cabor-cabor mana saja yang memiliki potensi untuk menyumbangkan medali di PON 2020 nanti.

Oka berkata bahwa ia sedang menunggu hasil dari analisa tersebut, jika dari hasil analisa tersebut cabor basket layak untuk dikirim dan lolos ke Pra PON 2019, maka Perbasi Bali akan mempersiapkan atlet lebih matang lagi, namun jika dianggap belum layak untuk dikirim ke Pra PON 2019, ia akan menerima hasil tersebut dengan lapang dada atau legowo.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved