Breaking News:

Terbukti Gelapkan Dana Pajak BPHTB dan PBB-P2, Suryana Menerima Divonis 20 Bulan

I Ketut Suryana alias Pak Edi (52) menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
I Ketut Suryana alias Pak Edi divonis 20 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Suryana terbukti bersalah menggelapkan dana Pajak Bea BPTHB dan PBB-P2. 

Meski vonis berbeda dari tuntutan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan yang diajukan tim jaksa.

Suryana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan subsider.

Disebutkan bahwa terdakwa menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi.

Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.

Untuk itu, Suryana dijerat Pasal 3 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara kepada I Ketut Suryana alias Pak Edi dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan (20 bulan) dikurangi selama menjalani tahanan sementara. Dan denda Rp 100 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama enam bulan," tegas Hakim Ketua Made Sukereni.

Dijeratnya Suryana dalam perkara ini bermula dari permintaan tolong seorang wajib pajak, Desak Putu Eka Sutrisnawathy pada September 2017.

Desak Putu Eka Sutrisnawathy (saksi) saat itu meminta tolong kepada terdakwa untuk mengurus pembayaran pajak penjualan dan pembelian tanah.

Kemudian, pada 5 September 2017 terdakwa bertemu dengan saksi di kantornya dan memberikan data atau dokumen berupa fotokopi KTP dan KK penjual tanah atas nama I Gede Tiasa/I Wayan Suweca dan pembeli atas nama saksi sendiri.

Selanjutnya fotokopi SHM atau sertifikat hak milik Nomor 09250 di Desa Banjar Anyar, surat ukur tertanggal 16 Juli 2012 Nomor 05904 seluas 1.590 meter persegi atas nama I Gede Tiasa/I Wayan Suweca.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved