Breaking News:

Terbukti Gelapkan Dana Pajak BPHTB dan PBB-P2, Suryana Menerima Divonis 20 Bulan

I Ketut Suryana alias Pak Edi (52) menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
I Ketut Suryana alias Pak Edi divonis 20 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Suryana terbukti bersalah menggelapkan dana Pajak Bea BPTHB dan PBB-P2. 

Serta fotokopi perjanjian pengikat jual beli atau PPJB tertanggal 15 November 2016 di Notaris Putu Harmita.

Singkat cerita, terdakwa memberikan pertimbangan teknis kepada saksi.

Selanjutnya pada 6 September 2017 terdakwa datang ke Kantor Badan Keuangan Daerah Tabanan untuk meminta lembar informasi data pembayaran PBB atas nama I Gede Tiasa/I Wayan Suweca.

Serta melakukan beberapa proses lainnya sembari mengucurkan dana yang diperlukan.

Total dana yang sudah dikeluarkan Rp 232,2 juta.

Dari total dana itu, terdakwa gunakan untuk melakukan pengurusan proses pembayaran pajak PBB, PPH, dan BPHTB atas nama pemohon (saksi).

"Sampai akhirnya PBB dan BPHTB tidak terdakwa setorkan dan digunakan untuk kepentingan pribadinya," beber tim jaksa kala membacakan surat dakwaan pada sidang sebelumnya.

Perbuatan terdakwa lalu terungkap saat proses penerbitan akta jual beli dengan Nomornya 434/2017 yang semula diurus di notaris.

Saat akta jual beli itu didaftarkan notaris ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tabanan untuk proses peralihan hak.

Namun ditolak BPN karena kelengkapannya tidak memenuhi syarat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved