Breaking News:

Terbukti Gelapkan Dana Pajak BPHTB dan PBB-P2, Suryana Menerima Divonis 20 Bulan

I Ketut Suryana alias Pak Edi (52) menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
I Ketut Suryana alias Pak Edi divonis 20 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Suryana terbukti bersalah menggelapkan dana Pajak Bea BPTHB dan PBB-P2. 

Sampai akhirnya perbuatan terdakwa diketahui telah memalsukan bukti setor pajak dan belum ada penyetoran ke kas negara atau daerah.

Dalam dakwaan juga diuraikan penggunaan uang senilai Rp 232,2 juta oleh terdakwa.

Di antaranya pembayaran PPH mewakili penjual I Gede Tiasa/Wayan Suweca di kantor pos sebesar Rp 56,2 juta lebih dan biaya notaris sebesar Rp 9 juta.

Sementara biaya PBB-P2 dan BPHTB yang tidak dibayarkan terdakwa sisanya Rp 166.914.00 ternyata dipakai untuk keperluan pribadinya.

Di antaranya membayar biaya operasi kelahiran menantunya sebesar Rp 10 juta, dan membiayai upacara nelu bulanin cucu terdakwa sebesar Rp 57 juta.

Kemudian, membayar utang dari pelaksanaan upacara pernikahan anak terdakwa sebesar Rp 50 juta, dan membayar utang di Bank Mahaboga dan Bank Permata di Kerobokan, Badung.

"Akibat perbuatan terdakwa tersebut, negara atau daerah dalam hal ini Pemkab Tabanan dirugikan keuangannya sebesar Rp 138.953.329. Dengan rincian, pajak BPHTB yang tidak disetorkan sebesar Rp 109.572.000 dan PBB-P2 yang tidak disetorkan sebesar Rp 29.381.329. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved