Serba Serbi

Kamis Wuku Langkir Hadir Kala Rumpuh dan Kala Was, Singgung Soal Pembuatan Bangunan dan Ternak

Pada Wrespati Wuku Langkir seperti tertulis dalam kalender Bali terdapat Kala Rumpuh dan Kala Was

Tribun Bali/Lugas Wicaksono
(Foto ilustrasi beternak. Foto tidak terkait berita) Ketua Kelompok Tani Ternak Manik Sari, Wayan Sumana menunjukkan dua ekor bibit sapi hasil dari dana bansos, Kamis (29/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam susunan kalender Bali dikenal istilah ala ayuning dewasa yang berarti baik-buruknya suatu hari dalam melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu.

Dewasa atau padewasan yang biasa disebut ilmu wariga ini, seperti yang dijelaskan dalam buku Ala Ayuning Dewasa Ketut Bangbang Gede Rawi yang ditulis oleh Ida Bagus Putra Manik Ariana dan Ida Bagus Budayoga, adalah cara untuk mengidentifikasi hari yang baik dan hari yang jelek (buruk).

"Jelasnya (padewasan itu adalah) pengetahuan untuk menentukan hari baik dan hari jelek," tulisnya.

Pada Wrespati Wuku Langkir (Kamis, 10/1/2019) seperti tertulis dalam kalender Bali yang disusun oleh Alm. I Ketut Bangbang Gede Rawi dan putra-putranya bahwa terdapat Kala Rumpuh dan Kala Was.

Buku Ala Ayuning Dewasa Ketut Bambang Gede Rawi menjelaskan kehadiran kala tersebut.

Kala Rumpuh sebagai ketentuan dewasa yang jelek guna memulai beternak hewan, membuat rumah maupun pindah rumah.

Kemunculannya pada Redite Wuku Merakih; Soma Wuku Julungwagi dan Medangkungan; Budha Wuku Sungsang, Tambir, Bala, Ugu dan Wayang; Wrespasti Wuku Langkir, Medangsya, Kerulut, Uye dan Perangbakat; serta Saniscara Wuku Matal, Menahil, Kelawu dan Dukut.

Dalam buku  Ala Ayuning Dewasa Ketut Bambang Gede Rawi tidak dijelaskan ada kehadiran pada Sukra Wuku Kuningan.

Sedangkan kehadiran Kala Was sebagai waktu yang baik untuk menebang kayu bahan bangunan tempat suci atau rumah dan juga baik untuk mengebiri hewan ternak.

Kala Was ini hanya hadir pada Wrespati Wuku Langkir.

Sebagai informasi, cakupan mengenai ala ayuning dewasa ini sangatlah luas dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia melalui perhitungan parameter tertentu.

Perhitungan yang dimaksud berupa pawintangan yang ditetapkan berdasarkan letak bintang dalam mengelilingi matahari; sasih yang berhubungan dengan penentuan musim berdasarkan peredaran gerak semu matahari dan juga bulan yang mengelilingi bumi; dan wuku tentang ilmu ruas-ruas kumpulan binatang tertentu yang berporos di bumi.

Selain itu juga berpedoman pada wawaran yakni tentang nama-nama hari dan dedaunan yang dipakai sebagai ilmu pembagian waktu dalam satu hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved