Agar Kondusif, Warga Minta Masalah dengan Kadus Wanasari Dauh Puri Kaja Segera Diselesaikan

Selama kepemimpinan Kepala Dusun (Kadus) Wanasari, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara banyak warga yang mengeluhkan sikap dan moral dari Badrus Syamsi

Agar Kondusif, Warga Minta Masalah dengan Kadus Wanasari Dauh Puri Kaja Segera Diselesaikan
TRIBUN BALI/AHMAD FIRIZQI IRWAN
Kepala Desa Nyoman Gede Risnawan bersama I Wayan Sudarta dan Wakapolsek Denpasar Barat, AKP I Nyoman Sugianyar Ardika saat berdialog di tengah mediasi bersama warga di kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar pada Jumat(11/1/2019) 

Namun karena sikap dan tindakan kadus yang tidak bisa memastikan, membuat warganya geram hingga melaporkan kejadian tersebut kepada Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara.

Setelah diterima pelaporan tersebut, warga meminta kepada Nyoman Gede Risnawan selaku Kepala Desa Dauh Puri Kaja untuk memberikan solusi kepada warga dan Kadus Wanasari.

Hingga pada Selasa (8/1/2019), Nyoman Gede Risnawan mengajak perwakilan warga Dusun Wanasari sebanyak 50 orang bersama Kadus Wanasari, Kades Dauh Puri Kaja, Camat Denpasar Utara dan mediator lainnya untuk mendengarkan aspirasi warga.

Kades Dauh Puri Kaja tersebut menanyakan mengapa hal ini bisa terjadi lagi, padahal ia ingin warganya bisa tenang dan kondusif apalagi tahun ini menjadi tahun politik.

Namun setelah menerima konfirmasi Kadus yang mengakui perbuatannya, membuat warga dusun Wanasari dengan tegas untuk meminta Kadus turun dari jabatannya.

Dan mendesak agar Kades Dauh Puri Kaja bisa memberhentikan jabatan Kadus Wanasari tersebut hingga tuntas.

Dorongan dan desakan yang dilakukan oleh warga Dusun Wanasari berakhir pada laporan yang akan dibuat selama 3x24 jam untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Namun hingga saat ini, keputusan tersebut diragukan dan membuat warga tidak menunjukkan sikap kepercayaan lagi kepada Kadesnya.

"Kita sudah minta rekomendasi, bahwa 3x24 jam itu sudah ada keputusan makanya kita ke sini karena sesuai prosedur. Segala bentuk prosedur ya kita ikuti. Ternyata hingga saat ini surat rekomendasi itu tidak keluar, bahkan membuat warga lama-lama jadi ikut tidak percaya dengan kades," ungkapnya.

Sementara itu, Hakim menjelaskan permasalahan ini bisa panjang nantinya jika tidak diselesaikan seperti Pemilu, KPPS dan Ketua RT yang tidak berjalan dengan lancar.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved