Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bule Rusia Ini Semakin Cinta Indonesia Gara-gara Penyu

Svetlana Elkina bule asal Rusia menyempatkan diri mengikuti pelepas liarkan Penyu jenis sisik beberapa waktu lalu

Tayang:
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Busrah Ardans
Svetlana Elkina menunjukkan foto-foto perhiasan yang dibuat dari Penyu hasil penangkapan dan pembunuhan ilegal. 

Laporan Wartawan Tribun Bali Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Svetlana Elkina bule asal Rusia menyempatkan diri mengikuti pelepas liarkan Penyu jenis sisik dengan umur sekitar 3 tahun dan berat 4 kg.

Penyu itu dilepas liarkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama tim Turtle Conservation Education Center (TCEC) di Pantai Serangan, Kamis (10/1/2019) lalu.

Tidak hanya melepas liarkan, pihak BKSDA dan TCEC juga memberikan tanda pada bagian penyu agar siapapun yang menemukannya untuk melepaskan kembali.

Lana sapaanya, mengakui semakin cinta Indonesia gara-gara alam, budaya, orang-orang dan tentunya juga karena Penyu.

Dirinya pun merasa respect terhadap tim TCEC yang melakukan konservasi di sekitar wilayah Pantai Serangan.

"Saya respect terhadap TCEC karena mereka ganti tempat ini menjadi indah. Ini tempat bersih dan betul-betul menjadi proyek konservasi,"

"Saya mau bicara bahwa saya juga begitu respect terhadap pemuda di TCEC ini. Saat banyak anak muda ingin menjadi pengusaha, manajer, mengejar status, karier, money, big boss. Tapi hanya orang yang cerdas dan memiliki jiwa yang besar untuk menyelamatkan planet ini. Itu sangat penting," kata Lana.

Dia yang sering bolak-balik Indonesia-Rusia itu menuturkan, keindahan alam Indonesia tak tertandingi dan memiliki keunikan.

"Dan kalian di sini memiliki alam yang unik, hanya di sini, di Indonesia. Kalau orang-orang tidak membandingkan tanah air ini dengan negara lain, dia tidak akan mengerti bahwa dia harus melindungi alam ini," tuturnya yang sudah lancar berbahasa Indonesia.

Ditanya mengenai mengapa dirinya memberikan perhatian khusus kepada Penyu, dikatakannya karena ada pengalaman pribadi.

"Saya waktu itu sedang jalan-jalan karena memang saya suka jalan-jalan. Saat itu ada di Thailand. Di sana ada satu pulau kecil yang ada project tentang Penyu. Turtle Project begitu, dan saat itu mulai jatuh cinta. Pertemuan pertama saya dengan Penyu sejak 2013," jawabnya dengan senyum.

Saat itulah ia mulai mencari apakah ada yang memerlukan volunteer Penyu.

"Dan saya mulai mencari-cari. Pertama kali saya sudah di Srilanka, Kenya, Thailand, Afrika, Vietnam,
Kamboja, Malaysia dan Indonesia,"

"Di TCEC, saya kerja bantu orang-orang bersihkan Penyu, kasih makan, dan bantu dokter untuk peduli Penyu.
Tapi kesemuanya saya lebih suka di Indonesia, karena di sini orang-orangnya baik, makannya enak, alam indah dan unik, saya suka," ujar dia mengisahkan.

Selain di Bali, dirinya sudah menjelajahi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Kedatangannya ke Bali kali ini sudah ke-tiga kali, sejak datang ke Indonesia beberapa waktu silam.

Ditanya mengenai perasaannya saat bertemu dan merawat Penyu, ia mengungkapkan ada perasaan cinta.

"Perasaan saya ketika bertemu dan merawat Penyu tidak bisa saya ungkapkan. Karena sudah cinta, seperti keluarga, family,"

"Jika kau bertemu seorang yang kalian cintai pasti perasaan kalian sulit untuk diungkapkan. Itu seperti saya juga. Saya suka semua binatang. Tapi Penyu itu sudah seperti saudara, anak-anak saya. Apalagi Penyu Hijau," ungkap Lana menekankan.

Kini dirinya tengah belajar mengenai Penyu dan biologisnya.

Hal itu dimaksudkan agar ia dapat memberikan pengetahuan bagi para muridnya di Rusia.

"Saya juga lagi belajar biologi Penyu. Karena ada kursus di internet. Nanti saya ajarkan untuk anak-anak, traveller, divers di Rusia. Di Rusia tidak ada Penyu, tapi banyak orang yang mau belajar dan tahu tentang Penyu di sana," kata dia semangat.

Perempuan tamatan Oil dan Gas Industri itu kini telah memiliki satu sekolah fitness.

Selain berolahraga, pengetahuan tentang biota laut akan juga diberikannya.

"Waktu di Rusia dulu ada Political Reconstructure, saya ganti kerja menjadi seorang Fitness Instruktur, terhitung hingga kini sudah 20 tahun lamanya. Dan saat ini punya sekolah Fitness di Rusia. Saya kerja dengan anak perempuan saya di Rusia,"

"Saat ini dia berikan saya kebebasan untuk jalan-jalan dan melakukan yang saya mau. Karena umur saya tidak muda lagi maka saya bebas melakukan kesukaan saya," bebernya sembari tertawa.

Ia pun berpesan agar tidak melakukan aktivitas penangkapan dan pembunuhan terhadap penyu.

"Saya merasa kasihan dengan aktivitas oknum ilegal yang melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap penyu,"

"Beberapa waktu lalu saya menuju Pulau Jerawan bersama agen rahasia. Dan saya foto orang-orang yang menjual anggota tubuh Penyu. Mereka jual dan menjadikan gelang, cincin, sampai jadi badan gitar. Jadi itu semua untuk apa? Tidak penting hanya jadikan perhiasan. Mari jaga alam, jaga penyu," tegasnya.

Ia yang sudah 3 pekan di Bali dan 4 bulan di Indonesia itu kini tengah berada di Sumatera untuk menjadi volunteer Penyu.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved