Cuaca Ekstrem, Nelayan Pantai Kelan Pilih Melaut Pagi Hari

Jika biasanya para nelayan melaut pada sore hari, kali ini mereka memilih melaut pada pagi hari

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pantai Kelan Pilih Melaut Pagi Hari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah nelayan menarik jukung menuju daratan di Pantai Kelan, Badung, Sabtu (12/1/2019). Nelayan dikawasan pantai kelan rata-rata tak melaut karena cuaca ekstrem dan minimnya tangkapan ikan. 

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, I Wayan Wirata mengungkapkan, perkiraan cuaca yang berlangsung tiga hari kedepan menujukkan intensitas hujan ringan hingga sedang.

Hujan tersebut terjadi di Bali Tengah dan Bali Timur yang disertai dengan petir.

Tidak hanya itu, angin kencang juga diperkirakan pada titik 4 - 34 km per jam.

Meningkatnya intensitas tersebut, diperkirakan terjadi gelombang di kawasan Bali Utara sekitar 0,25 sampai 1 meter, perairan Selatan Bali berkisaran 0,75 hingga 2 meter, Selat Bali berkisaran 0,25 hingga 2 meter, pun dengan Selat Lombok diperkirakan dari 0,25 hingga 2 meter.

"Untuk kelembapan dari kondisi ini pada titik 68 sampai 95 persen dan suhu udara pada level 22 derajat hingga 33 derajat," jelasnya.

Pemicu terjadinya perubahan cuaca ini didasari berbagai faktor termasuk musim penghujan.

Namun, ada faktor lain yang memicu hal tersebut yakni terdapat konvergensi angin di sekitar perairan Selatan Bali, kemudian suhu muka laut sekitar Bali mencapai 28 hingga 30 derajat dan terakhir massa udara basah terkosentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 885 milibar alias 1500 meter di atas permukaan laut.

Dengan adanya peningkatan intensitas itu, perlu diingatkan agar masyarakat dan juga nelayan lebih hati-hati dalam menjalankan rutinitas.

"Memang peringatan dini untuk tiga hari kedepan ini tentu potensi hujan yang disertai petir atau kilat dan gelombang tinggi yang mencapai 2 meter, terlebih di Selat Bali bagian Selatan. Selain itu, gelombang tinggi juga terjadi di Selat Badung dan Selat Lombok bagian selatan serta Samudera Hindia Selatan Bali," beber Imam. 

Ia juga mengimbau para nelayan termasuk di Kedonganan dan pelaku parawisata bahari mewaspadai potensi gelombang tinggi.

Pun warga juga diminta waspada saat musim hujan terkait bencana banjir, longsor, genangan air, angin kencang, pohon tumbang maupun petir.

"Tentunya kami akan terus melakukan update kedepannya dalam memberikan informasi terkait perubahan cuaca itu sendiri," tuturnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved