Kisah Pekerja Jembatan Metra-Kedui, Upah Tiga Bulan Belum Dibayar, Sambung Hidup dari Belas Kasihan

Molornya pembangunan jembatan ternyata juga berimbas pada sejumlah pekerja yang tidak mendapatkan pembayaran atas keringatnya

Kisah Pekerja Jembatan Metra-Kedui, Upah Tiga Bulan Belum Dibayar, Sambung Hidup dari Belas Kasihan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Molor - Andre saat ditemui Tribun Bali di sekitar proyek jembatan, Minggu (13/1/2019). Pembangunan Jembatan Metra-Kedui yang molor lantaran sejumlah kendala. Akibatnya, sejumlah pekerja proyek tidak mendapatkan upah selama tiga bulan. 

Pihaknya hanya berharap, rekanan segera melunasi pembayaran upah bagi dirinya maupun rekan sejawat lainnya.

“Saya digaji hanya Rp 90 ribu per hari. Tapi sampai saat ini, rekanan hanya janji-janji saja untuk membayar dan melunasinya,” ujar Andre.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli, I Wayan Lawe tidak memungkiri molornya penyelesaian proyek jembatan Metra – Kedui.

Pasalnya, sesuai kontrak, pengerjaan yang dimulai pada awal bulan Juli itu, semestinya berakhir pada bulan Desember.

Sedangkan saat ini, pengerjaan yang dilakukan oleh PT Global itu baru terselesaikan 41 persen.

Alasan molornya pengerjaan, lanjut Lawe tidak hanya disebabkan oleh pihak rekanan, namun juga Detail Engineering Design (DED) yang memerlukan review ulang.

Sebab, pada DED sebelumnya kepala jembatan serta tiang-tiang penyangga terlalu mepet dengan tebing di lokasi sekitar.

“Keterlambatan juga karena medan di sekitar yang berat ditambah dengan musim hujan, serta bahan baku yang diambil dari luar Bali. Kami dengar pihak rekanan juga terlambat pada awal pengerjaannya,” ujar Lawe.

Karena keterlambatan ini, pihak rekanan hanya bisa mengamprah 41 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 4,6 miliar.

Walau demikian, sesuai dengan aturan yang berlaku, pengerjaan proyek wajib untuk diselesaikan dengan tambahan waktu selama 80 hari, sejak serah terima pada bulan Desember.

“Dengan masa tambahan waktu 80 hari, mereka tetap dikenakan pinalti. Sedangkan pembayaran sisanya yakni 59 persen, akan dibayarkan pada APBD Perubahan 2019,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved