Jika Gagal Ikut SEA Games 2019, Ini Rencana Pesilat Bali Komang Harik Adi Putra

Pemuda berkulit sawo matang ini mengaku sudah memikirkan langkah yang akan ia lakukan jika tidak mengikuti SEA Games 2019

Jika Gagal Ikut SEA Games 2019, Ini Rencana Pesilat Bali Komang Harik Adi Putra
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Komang Harik Adi Putra saat ditemui Tribun Bali di Lapangan Umum Desa Sading, Mengwi, Bali, Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pesilat asal Bali, Komang Harik Adi Putra saat ditemui di Lapangan Umum Desa Sading, Mengwi, Bali, Sabtu (12/1/2019) bercerita bahwa ia kemungkinan tidak dapat mengikuti SEA Games 2019 karena nomor tarung kelas E putra 65-70 kg tidak ada di SEA Games 2019. 

Pemuda asal Denpasar ini berkata bahwa hal itu ia dengar langsung dari sang pelatih sebelum pembubaran Timnas Pencak Silat Indonesia 18th World Pencak Silat Championship 2018 beberapa hari lalu.

“Ya, sebelum pembubaran Kejuaraan Dunia itu, diumumin lah sama pelatih, dibilang sih kelas-kelasnya cuma kelas-kelas tertentu saja, cuma kelas A putra putri, B putra putri , D putra, tunggal putra putri, ganda putra sama beregu putra, nah hal itu dibilang baru 90 persen, kalau 100 persennya belum tahu, entar misalnya ada perubahan atau gimana pasti diinformasikan kepada PB IPSI,“ ujarnya.

Walau belum ada kepastian, namun ia tetap melakukan latihan agar nanti jika mendapatkan panggilan ia pun sudah siap.

“Sebenarnya sih kalau dari diri saya pribadi pingin banget mengikuti SEA Games, tapi tergantung dengan tuan rumah juga ya, yaitu Filipina, mungkin Filipina mana yang diandalkan jadi kelas-kelas itu saja yang dipertandingkan,“ kata pemuda kelahiran 14 Oktober 1994 silam ini.

Pemuda berkulit sawo matang ini mengaku sudah memikirkan langkah yang akan ia lakukan jika tidak mengikuti SEA Games 2019.

Ia berencana mengikuti kejuaraan pencak silat lain seperti Belgia Open, yang rencananya akan berlangsung pada Mei 2019 ataupun PON 2020 di Papua.

“Kecuali SEA Games 2019 dibilang sih ada kejuaraan Belgia Open juga, kalau gak salah di bulan Mei 2019 ini, tapi tergantung PB IPSI juga tentang siapa-siapa saja yang bakalan dipanggil untuk mempersiapkan Belgia Open. Semoga saya dipanggil, kalau memang gak rejeki, gak dipanggil, saya mempersiapkan PON 2020,“ katanya.

Belgia Open kali ini akan menjadi keikutsertaannya yang ketiga dalam ajang tersebut.

Sebelumnya, pesilat asal Bali ini pernah mengikuti Belgia Open pada tahun 2017 dan 2018.

Dalam ajang tersebut ia berhasil meraih medali perunggu di tahun 2017 dan medali perak di tahun 2018.

Harik berharap prestasi-prestasi yang ia raih di cabang olahraga pencak silat dapat memotivasi junior-juniornya di perguruan Bakti Negara agar semangat untuk meraih prestasi.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved