Ratusan Atlet Atletik Ikuti Kejuaraan Badung Open 2019

Kejuaraan Atletik Badung Open 2019 diikuti kurang lebih 400 peserta dari 8 kabupaten/kota yang ada di Bali

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Kejuaraan atletik Badung Open 2019 di Lapangan Mengwi, Badung, Bali, Minggu (13/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kejuaraan Atletik Badung Open 2019 diikuti kurang lebih 400 peserta dari 8 kabupaten/kota yang ada di Bali.

Kejuaraan atletik Badung Open 2019 berlangsung di Lapangan Mengwi, Badung, Bali, Minggu (13/1/2019).

Kejuaraan tersebut dibagi menjadi tiga kelompok umur yaitu umur 11-12 tahun, 13-15 tahun dan umum.

Ketua Panitia Pelaksana, I Made Warsa mengatakan bahwa total sekitar 400 atlet atletik yang berasal dari delapan kabupaten/kota yang ada di Bali mengikuti kejuaraan tersebut.

Ia pun menjelaskan, tujuan diadakannya Badung Open 2019 ini sebagai pembinaan serta persiapan menghadapi Porprov Bali 2019 di Tabanan.

“Pesertanya kurang lebih 400 atlet putra dan putri termasuk umum. Untuk usia 11-12 tahun, tujuannya untuk pembinaan agar Badung mempunyai atlet-atlet yang bisa mengganti senior-seniornya nanti.  Tujuan yang kedua untuk katagori umum adalah melihat hasil dari pembinaannya apakah berhasil? Makanya dijadikan ajang uji coba dalam rangka persiapan Porprov Bali 2019 di Tabanan,” ucapnya.

Warsa juga mengatakan, kejuaraan atletik yang digelar selama dua hari tersebut berjalan dengan lancar.

Di sisi lain pelatih atletik Bangli sekaligus Sekretaris PASI Bangli, Nengah Budiarsa (45), berharap kabupaten lain juga mengadakan kejuaraan atletik seperti yang telah dibuat oleh Kabupaten Badung.

“Harapan saya mudah-mudahan di kabupaten lain juga diadakan kejuaraan seperti ini, untuk melihat atlet-atlet di cabang atletik, jadi PASI Bangli akan lebih gampang nanti mengambil untuk persiapan ke tingkat nasional. Dengan banyaknya try out akan mempermudah mencari bibit atlet, khususnya di cabang olahraga atletik untuk mewakili Bali menghadapi event nasional, jadinya PASI Bali itu akan mempunyai data yang cukup banyak kedepannya,” katanya.

Ia berujar, para atlet atletik Bangli yang mengikuti Badung Open 2019 merupakan atlet yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Porprov Bali 2019 di Tabanan serta Porsenijar Bali 2019.

“Yang masih duduk di bangku sekolah itu dipakai persiapan mengikuti Porsenijar, yang sudah tamat di bangku sekolah dan sudah kuliah akan menghadapi Porprov di Tabanan nanti. Disamping itu, juga untuk persiapan Kejurnas yang mungkin dilaksanakan di Jawa Timur, Yogyakarta dan Jakarta, karena bisa mencari tiket persiapan PON di Papua nanti,” ujarnya.

Ia juga berharap tiga nomor yang pernah hilang pada tahun 2018 seperti lari 200 meter, jalan cepat dan lompat tinggi, dipertandingkan kembali di Porsenijar Bali 2019 ini.

“Tiga nomor jangan dihilangkan, yang dihilangkan di tahun 2018 seperti nomor lari 200 meter, lompat tinggi dan jalan cepat itu tetap dipertandingkan. Saya berharap untuk Porsenijar Bali 2019 tiga nomor yang pernah hilang tersebut dikembalikan seperti tahun yang sudah kita jalani di tahun-tahun yang sudah lewat,“ ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved