Kisah Jet Tempur TNI AU Pergoki F/A-18 Australia Menyusup Wilayah RI, Nyaris Luncurkan Rudal Ini

Patroli ini bisa disebut patroli tempur (Combat Air Patrol) lantaran Panglima Komando Operasi (Pangkoopsau) 2 memerintahkan tembak jatuh

Kisah Jet Tempur TNI AU Pergoki F/A-18 Australia Menyusup Wilayah RI, Nyaris Luncurkan Rudal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Formasi pesawat Hawk dalam sesi latihan tempur weapon dilevery, Rabu (3/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Usai lepasnya Timor-Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi Agustus 1999, Indonesia dan Australia sering terlibat ketegangan.

Maklum, hal ini lantaran Australia paling getol mendukung Timtim lepas dari NKRI.

Australia sampai mengirimkan pasukan paling banyak di tubuh INTERFET (Pasukan PBB untuk Timor-Timur) untuk mengawal jalannya referendum disana.

Tapi pengiriman pasukan Interfet cenderung membuat masalah menjadi runyam karena bisa saja pasukan PBB itu bergesekan dengan prajurit TNI yang juga stand by tempur di Timor Timur.

Baca: Terdeteksi Radar, Dua F-16 TNI AU Kejar Pesawat Ethiophian Airlines: Force Down 20 Menit

Kemudian hal itu terjadi akan tetapi gesekan bukan di darat melainkan di udara.

Saat itu tanggal 16 September 1999, Lanud El Tari Kupang sebagai pangkalan udara depan yang berbatasan dengan wilayah udara Timor-Timur melaksanakan kegiatan seperti biasa.

Secara periodik para pilot tempur TNI AU melaksanakan patroli udara.

Patroli ini bisa disebut patroli tempur (Combat Air Patrol) lantaran Panglima Komando Operasi (Pangkoopsau) 2 memerintahkan tembak jatuh pesawat apapun yang melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin karena situasi 'panas' saat itu.

Baca: Pesawat Tempur Asing Terobos Wilayah RI, TNI AU Kirim 2 F-16, Diduga Pesawat Australia & Malaysia

Unsur yang digunakan untuk patroli udara adalah A-4 Skyhawk, Hawk 109/209 dan F-16.

Masing-masing pesawat dipersenjatai kanon kaliber 20 mm dan rudal udara ke udara AIM 9 Sidewinder, mungkin hanya OV-10 Bronco saja yang tak dilengkapi rudal.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved