Penelitian Unud: 60 Persen Wisatawan Mancanegara Siap Bayar Kontribusi Pelestarian Alam Bali

Kajian Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana menyebutkan 60 persen Wisatawan Mancanegara bersedia membayar kontribusi

Penelitian Unud: 60 Persen Wisatawan Mancanegara Siap Bayar Kontribusi Pelestarian Alam Bali
Tribun Bali
Wisatawan saat berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan, Minggu (16/12/2018). 

TRIBUN-BALI. COM, DENPASAR - Pemerintah bersama DPRD Provinsi Bali mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang kontribusi wisatawan untuk pelestarian lingkungan dan alam Bali.

Berdasarkan kajian dari Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana (Unud) menyebutkan 60 persen Wisatawan Mancanegara bersedia membayar kontribusi tersebut.

Sekretaris Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana, Ida Bagus Puja Astawa menyampaikan, pada tahun 2015 lalu telah dilakukan studi antara Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Unud dengan Conservation International (CI) di beberapa tempat di Bali tentang willingness to pay (kesediaan wisatawan untuk membayar) kontribusi terkait konservasi alam dan budaya Bali.

“(Studi) Itu dilakukan di beberapa tempat di Bali, diantaranya di Nusa Penida dan Karangasem. Hasilnya, secara umum 60 persen wisatawan asing bersedia memberi kontribusi, sedangkan 40 persen belum bersedia,” kata Puja Astawa usai mengikuti rapat di Ruang Banmus, Kantor DPRD Provinsi Bali, Selasa (15/1/2019).

Selanjutnya berdasarkan studi tersebut, saat ditanyakan terkait nilai kontribusi yang bersedia dibayarkan, besarannya pun bervariasi dan setelah dirata-ratakan, menghasilkan angka 13 dolar AS.

“Jadi mereka bersedia membayar dan memberi kontribusi untuk konservasi alam dan budaya Bali sebesar 13 dolar AS,” ujarnya.

Baca: Ini Dua Alternatif Teknis Pemungutan Kontribusi terhadap Wisatawan

Namun justru sebaliknya, hasil studi pada wisatawan nusantara (Wisnus) menunjukkan 60 persen Wisnus menyatakan tidak bersedia atau menolak membayar kontribusi tersebut, sedangkan 40 persennya menyatakan bersedia.

Adapun nilai besaran kontribusi yang bersedia dibayarkan rata-rata Rp 20 ribu.

“Mengapa tidak bersedia? Karena mereka menganggap sudah membayar include dari semua cost yang dilimpahkan kepada mereka ketika berwisata ke Bali, seperti sudah ada pajak hotel dan restoran. Disamping itu, orang Indonesia belum terbiasa diberikan tanggung jawab seperti itu. Kalau orang asing sudah mengerti dia,” katanya.

Menurutnya, yang menjadi kendala selanjutnya adalah terkait penentuan mekanisme praktisnya, seperti bagaimana cara memungut kontribusi tersebut, serta bagaimana membedakan antara wisatawan dengan pengunjung.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved