Digagas Sejak 2017 tapi Produksi Garam Kusamba Beryodium Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Upaya Pemkab Klungkung merealisasikan garam Kusamba beryodium masih harus berproses.

Digagas Sejak 2017 tapi Produksi Garam Kusamba Beryodium Belum Maksimal, Ini Penyebabnya
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Sekretaris Koperasi LEPP Mina Segara Dana Kusamba Wayan Suartika ketika menunjukan hasil kemasan garam Kusamba beryodium di kantornya, Kamis (17/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Upaya Pemkab Klungkung merealisasikan garam Kusamba beryodium masih harus berproses.

Meskipun sudah memiliki mesin pengering, hingga saat ini Koperasi LEPP Mina Segara Dana Kusamba belum bisa memproduksi garam secara massal.

Upaya ini terkesan lamban, karena rencana menjadikan garam Kusamba menjadi garam beryodium telah digagas sejak tahun 2017 silam.

Baca: Hasil Tangkapan Hanya 10 Ekor Ikan Kecil, Para Nelayan di Pesisir Kusamba Enggan Melaut

Baca: Angkutan Siswa Gratis Klungkung Kembali Beroperasi, Siswa Senang Bisa Berangkat Sekolah Bareng Teman

"Beberapa hari lalu sudah kita uji coba buat garam beryodium ini. Hasilnya lumayan bagus. Kendalanya sementara, sekarang odalan dan yang bertugas mengelola garam ini hanya dua orang sehingga kita belum bisa maksimal," ungkap Sekretaris Koperasi LEPP Mina Segara Dana Kusamba Wayan Suartika, Kamis (17/1/2019)

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan uji coba produksi garam kusamba beryodium beberapa hari lalu, atau pasca datangnya mesin pengering.

Koperasi LEPP Mina Segara berhasil melakukan uji coba garap beryodium, sekitar 60 bungkus kemasan 250 gram, lengkap dengan pengemasannya.

Hanya jasa, perlu dilakukan pengujian beberapa tahap lagi, sehingga garam beryodium itu dapat diproduksi secara masal dan dipasarkan

"Minggu depan baru kita lakukan uji coba lagi. Sejauh ini biaya produksi dan operasionalnya sangat tinggi. Per bungkusnya saja, biaya produksinya mencapai Rp 6500 ," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved