Kamera Intai Rekam 5 Harimau di Perkebunan, Ini yang Dilakukan di Bawah Pohon Durian

Lima ekor harimau dikabarkan masuk areal perkebunan durian milik warga di Dusun Lubuk Dingin, Desa Tanjung Baru,

Kamera Intai Rekam 5 Harimau di Perkebunan, Ini yang Dilakukan di Bawah Pohon Durian
(KOMPAS.com/IDON TANJUNG)
Harimau Sumatera Bonita yang menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau, ditemukan di kebun sawit sebelum berhasil ditangkap. 

Kamera Intai Rekam 5 Harimau di Pemukiman, Ini yang Dilakukan di Bawah Pohon Durian

TRIBUN-BALI.COM, PALEMBANG - Lima ekor harimau dikabarkan masuk areal perkebunan durian milik warga di Dusun Lubuk Dingin, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Kabar itupun didapatkan oleh pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sumsel.

Untuk memastikan informasi yang didapatkan dari warga, mereka langsung memasang kamera pemantau di lokasi kebun.

Baca: Vanessa Angel Dikriminalisasi Soal Kasus Prostitusi Online? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

Baca: Ini Sosok Pebalap Indonesia yang Dipuji Valentino Rossi, Catat Juga Jadwal MotoGP 2019

Baca: Live Streaming Via Ponsel Debat Pilpres 2019, Berikut Tema dan Peraturan Debat

Baca: Meski Frekuensi Seksnya Terbatas, Wanita 35 Tahun Ternyata Bisa Menikmati Orgasme Terbaik

Baca: Seminggu Berlalu Pembunuh Siswi SMK di Bogor Masih Buron, Polisi Sulit Ungkap, Sketsa Wajah Disebar

Baca: Surat Berisi Harapan Ahok dari Mako Brimob Jelang Hari Bebas, Minta Satu Permintaan Ini

Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan mengatakan, dari keterangan yang ia terima warga melihat lima ekor harimau tersebut saat sedang berada di kebun durian untuk menunggu buah berduri itu jatuh.

Mendadak lima ekor harimau yang terdiri dari dua ekor anakan dan tiga ekor induknya terlihat oleh warga.

"Dari keterangan yang kami terima, lima ekor harimau itu menurut warga sering memakan buah durian yang jatuh. Tapi ini masih diselidiki," kata Genman, saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Hasil pantauan kamera trap yang telah dipasang disejumlah titik yang diduga jadi jalur harimau akan memastikan kabar tersebut.

Namun, iapun mengimbau kepada warga agar untuk tetap waspada ketika berada di kebun.

"Nanti hasil pantauan kamera trap akan dilihat, apakah harimau atau bukan. Kita pastikan dulu," ujarnya.

Selain itu, iapun mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa yang dilindungi tersebut.

"Kalau ada yang melihat kami sarankan jangan diburu atau dibunuh, karena ini hewan dilindungi," kata dia. (*)

Artikel ini ditulis Kontributor Palembang, Aji YK Putra telah tayang di Kompas.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved