Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak

Tujuh pelaku hipnotis yang terdiri dari tiga warga negara China dan empat warga negara Indonesia menjalani sidang dakwaaan

Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
SIDANG - Tujuh terdakwa saat menjalani persidangan dalam agenda dakwaan di PN Negara, Rabu (16/1/2019). Mereka mendapatkan uang dengan cara menakut-nakuti korbannya. 

Ia kemudian naik mobil Toyota Rush sewaan yang dibawa pelaku.

Sulastri kemudian meminta sopirnya, Husein, untuk meninggalkannya.

Di dalam mobil, ia duduk di tengah bersama Emma, Dewi dan Mulyani.

Sedangkan yang menyetir adalah satu di antara tiga warga China tersebut.

"Pokoknya sepanjang saya diajak berputar-putar itu, saya ditakut-takuti banyak musibah yang akan menimpa. Kemudian, anak saya akan meninggal jam 12 malam di hari itu. Saya juga disuruh mencari pendeta umur 90 tahun," jelasnya.

Setelahnya Sulsatri diajak untuk mengambil uang.

Di dalam mobil ditanyai harta benda dan uangnya di mana saja.

Ia diminta untuk mengambilnya untuk disembahyangi.

Akhirnya Sulastri mengambil uang di dua bank, satu bank swasta dan satu bank plat merah di Kota Negara.

"Setelah itu saya juga menuruti mereka untuk mengambil perhiasan di rumah. Semua uang dan perhiasan itu saya bungkus di tas kresek hitam. Itu suruhan mereka. Jadi saya sampai mengambil emas ke rumah dan semua perkataan mereka saya turuti begitu saja," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved