Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak

Tujuh pelaku hipnotis yang terdiri dari tiga warga negara China dan empat warga negara Indonesia menjalani sidang dakwaaan

Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
SIDANG - Tujuh terdakwa saat menjalani persidangan dalam agenda dakwaan di PN Negara, Rabu (16/1/2019). Mereka mendapatkan uang dengan cara menakut-nakuti korbannya. 

Ia pun kaget kemudian melapor ke polisi.

"Sampai jam 11 malam, saya masih gak sadar apa yang menimpa saya. Tidak sadar saya. Seperti gak bisa mikir otak saya ini," keluhnya.

Sulastri dua kali menarik uang di bank.

Pertama Rp 200 juta di bank plat merah kemudian Rp 450 juta di bank swasta.

Total Rp 650 juta ditambah perhiasan miliknya yang juga diambil dari lemari kamarnya.

"Baru empat hari setelah saya melapor anggota Polres Jembrana memberitahu saya, mereka-mereka ini ditangkap. Sekitar tanggal 29 Oktober ketangkap di Karangasem," bebernya.

Selain Sulastri, saksi lain yang dihadirkan ialah sopir Sulastri yakni Ahmad Husein, asal Sidomulyo, Jember.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Fakhrudin Said Ngaji, dengan hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan. 

Tak Pakai Ilmu Gaib

Sementara itu, Tjhai Fen Kiat, asal Palangkaraya Kalimantan Barat, bersikukuh bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompoknya ini tidak ada yang mengotaki.

Mereka kompak melakukan ini.

Ia mengaku hanya menakut-nakuti korban tanpa memakai ilmu gaib.

"Jadi ya cuma menakut-nakuti saja kok. Tidak ada untuk ilmu supranatural," akunya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Negara, I Gede Wiraguna Wiradarma mengatakan, ketujuh pelaku didakwa dengan pasal berlapis.

Pertama pasal 378 menyangkut penipuan.

Kemudian juncto pasal 55 tentang kejahatan yang dilakukan bersama-sama.

Sidang tuntutan akan dijadwalkan digelar Rabu pekan depan.

"Mereka diancam tujuh tahun penjara," jelasnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved