Tahun 2018 Denpasar Alami Kenaikan Angka Peristiwa Banjir Secara Signifikan

Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir masih menyebabkan banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya di beberapa daerah di Provinsi Bali.

Tahun 2018 Denpasar Alami Kenaikan Angka Peristiwa Banjir Secara Signifikan
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
I B Joni Ariwibawa Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar saat ditemui di Kantor BPBD Kota Denpasar, Jln. Imam Bonjol, Denpasar Barat, Bali, Kamis (17/1/2019)

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir masih menyebabkan banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya di beberapa daerah di Provinsi Bali.

Kota Denpasar yang memiliki topografi rendah dan mendatar tentunya menjadi langganan banjir tiap masuk musim penghujan.

Tercatat enam peristiwa banjir selama tahun 2017 sedangkan tahun 2018 tercatat 37 peristiwa di Kota Denpasar.

"Untuk di Denpasar ya memang yang utama banjir. Jadi cuaca seperti ini yang sering terjadi itu banjir karena memang topografi Denpasar kan rendah dan mendatar. Jadi kalau longsor relatif kecil kecuali di tempat-tempat yang ada tebing sungainya, tapi itu sudah diantisipasi dengan pengerasan senderan dan sebagainya," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, I B Joni Ariwibawa.

Dia juga menambahkan, sejak tahun 2010-2011 sudah diupayakan untuk terus memperbaiki saluran air, tukad, kebijakan dalam hal penanganan kebersihan, pembuangan sampah, pengawasan dan pemberdayaan masyarakat.

"Memang kondisi seperti ini di Denpasar terjadi banjir. Oleh karena itu, dengan kebijakan dan pembangunan seperti itu memang saat ini sudah mulai berkurang titik-titik banjir,"

Baca: Akses Pariwisata di Kuta Sering Terendam Banjir, Ini Penjelasan Kabid SDair PUPR

Baca: Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang di Jembrana, 12 KK Mengungsi 

Baca: Didominasi Lakalantas, BPBD Denpasar Sebut Penanganan Peristiwa 2018 Naik 39 Persen dari Tahun 2017

"Tapi masih ada beberapa tempat, termasuk yang terakhir kan sebulan yang lalu tanggal 5 Desember kalau tidak salah di beberapa tempat di Denpasar ada banjir. Tapi itu nampaknya banjir kiriman karena curah hujan di utara cukup tinggi akhirnga airnya terbawa ke sungai-sungai yang melewati kota Denpasar. Salah satunya Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Dayun," tambahnya.

Ia juga menyebutkan harus ada antisipai BPBD bersama desa lurah dan UPD untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar mengelola lingkungan, menjaga lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, got, ikut menjaga dan membantu membersihkam saluran air di lingkungan sekitar.

"Sehingga nanti ketika ada peningkatan kapasitas curah hujan kemudian sungai meluap bisalah mengurangi potensi banjir yang ada di Kota Denpasar. Memang tidak mengurangi sampai nol tapi setidak-tidaknya seperti kondisi pada tanggal 5 Desember lalu itu, begitu banjir begitu curah hujan berhenti cepet surut airnya," ucapnya.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved