Vanessa Angel Dikriminalisasi Soal Kasus Prostitusi Online? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Adriana Venny kecewa dengan penggunaan Undang-Undang Informasi

Vanessa Angel Dikriminalisasi Soal Kasus Prostitusi Online? Ini Penjelasan Komnas Perempuan
Instagram vanessaangelofficial
Vanessa Angel: Vanessa Angel Dikriminalisasi Soal Kasus Prostitusi Online? Ini Penjelasan Komnas Perempuan 

Vanessa Angel Dikriminalisasi Soal Kasus Prostitusi Online? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Adriana Venny kecewa dengan penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk menjerat artis VA dalam kasus prostitusi online.

Polisi menetapkan artis VA sebagai tersangka karena diduga mengeksploitasi dirinya sendiri dengan menyebar gambar dan video vulgar kepada mucikari.

"Sebenarnya kami sangat kecewa dengan UU ITE yang diberlakukan kepada korban (VA), yang kemudian menyeret dia menjadi tersangka," kata Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny seperti dikuti Tribun-Bali.com dari Kompas.com, Kamis (17/1/2019).

Baca: Ini Sosok Pebalap Indonesia yang Dipuji Valentino Rossi, Catat Juga Jadwal MotoGP 2019

Baca: Live Streaming Via Ponsel Debat Pilpres 2019, Berikut Tema dan Peraturan Debat

Baca: Meski Frekuensi Seksnya Terbatas, Wanita 35 Tahun Ternyata Bisa Menikmati Orgasme Terbaik

Baca: Seminggu Berlalu Pembunuh Siswi SMK di Bogor Masih Buron, Polisi Sulit Ungkap, Sketsa Wajah Disebar

Baca: Surat Berisi Harapan Ahok dari Mako Brimob Jelang Hari Bebas, Minta Satu Permintaan Ini

Adriana menilai bahwa UU ITE tidak tepat digunakan untuk menjerat VA, karena seringkali dipakai untuk mengkriminalisasi korban asusila.

Dalam pandangannya, artis VA sedang mengalami kriminalisasi tersebut.

Ia menjelaskan, pasal-pasal dalam UU ITE kerap disebut pasal "karet" lantaran tidak jelas dan tidak tegas.

Menurut Adriana, terdapat kemungkinan bukan VA yang mendistribusikan gambar dan video vulgar dirinya ke mucikari.

Ada pula kemungkinan VA dieksploitasi untuk melakukan hal tersebut.

"(UU ITE) sangat tidak tepat karena memang kalau dari pengalaman pendampingan Komnas Perempuan, pasal-pasal yang biasa digunakan untuk mengkriminaliasi korban, biasanya pencemaran nama baik, UU ITE," jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan memenuhi hak-hak artis VA.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved