Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sosialisasi Pergub 99/2018 Tentang Produk Lokal Bali

Dalam rangka menindaklanjuti dan menyebarluaskan informasi mengenai pergub tersebut, Pemprov Bali mengumpulkan Dinas terkait

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sosialisasi Pergub 99/2018 Tentang Produk Lokal Bali
Humas Pemprov Bali
Sosialisasi Pergub No. 99 tahun 2018 di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dalam hal ini Gubernur Bali, Wayan Koster meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, pada 7 Januari 2019.

Dalam rangka menindaklanjuti dan menyebarluaskan informasi mengenai pergub tersebut, Pemprov Bali melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali mengumpulkan Dinas yang menangani tanaman pangan dan perkebunan kabupaten/kota se-Bali.

Pertemuan dilaksanakan di Ruang Rapat Sabha Utama I, Kantor Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (18/1/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan bahwa sosialisasi pergub ini akan dilakukan secara masif, karena peraturan tersebut bertujuan untuk menjadikan panduan dalam memberikan kepastian dan kesinambungan dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

Selain itu, juga bertujuan untuk memberikan kepastian harga jual dan mengatur tata niaga terhadap produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.

Nantinya dalam rangka pemasaran, pengusaha hotel, restoran dan katering diwajibkan untuk membeli dan menjual produk lokal Bali yang masing-masing besarannya sudah ditentukan di dalam pergub.

Mereka wajib menggunakan atau menjual produk tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan serta peternakan paling sedikit 60 persen dari total volume produk yang dipasarkan.

Sementara untuk produk perikanan lokal Bali dan industri lokal Bali paling sedikit 30 persen dari total volume produk yang dipasarkan.

Selain itu, Pergub Nomor 99 ini juga mewajibkan setiap hotel, restoran dan katering memanfaatkan produk tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan paling sedikit 30 persen dari volume produk yang dibutuhkan, dan produk peternakan paling sedikit 30 persen dari kebutuhan hotel dan restoran, dan paling sedikit 10 persen dari kebutuhan industri pengolahan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved