Puja Hidupkan Kembali Semangat Nelayan, Borong Tangkapan Ikan Nelayan yang Tak Laku  

Hasil tangkapan berupa ikan anyar, kini tidak sia-sia lagi, berkat kreativitas warga setempat, Wayan Puja dalam memasarkan hasil tangkapan nelayan

Puja Hidupkan Kembali Semangat Nelayan, Borong Tangkapan Ikan Nelayan yang Tak Laku   
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Usai melaut – Sejumlah nelayan usai melaut, di Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Wayan Puja awalnya kasihan melihat banyak nelayan yang menyisakan ikan yang tak laku.

Dia memutuskan untuk membeli lalu mengolahnya.

Tak disangka justru hasil olahan itu kini banyak dicari pelanggan.

Para nelayan di Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Sukawati akhirnya kembali semangat dalam melaut.

Sebab hasil tangkapan berupa ikan anyar, kini tidak sia-sia lagi, berkat kreativitas warga setempat, Wayan Puja dalam memasarkan hasil tangkapan para nelayan.

Dimana, hasil tangkapan itu diborong lalu diolah menjadi ikan goreng kering, setelah itu dipasarkan melalui media sosial (medsos), facebook.

Wayan Puja, Kamis (17/1/2019), mengungkapkan, di Pantai Gumicik terdapat puluhan masyarakat yang aktif melaut.

Namun sekitar enam bulan belakangan ini, mereka selalu mengeluhkan tangkapan berupa ikan anyar yang tak laku di pasaran.

Lantaran merasa iba terhadap nasib nelayan, Puja yang memiliki warung penjual daging babi, memberanikan diri membeli lalu menjual ikan anyar para nelayan.

Di tangan Puja, ikan yang ukurannya relatif kecil ini, diolah menjadi ikan goreng kering, dikemas dalam kantung plastik.

Dan, olahan tersebut dipasarkan melalui FB.

Puja pun tak menyangka, hingga saat ini banyak peminatnya.

Bahkan tak jarang, dirinya sampai kekurangan stok.

 “Mendengar keluhan nelayan, saya langsung memberanikan diri membeli, saya olah goreng kering dan saya kemas dengan plastik,” ujarnya.

“Berapa pun hasil tangkapan ikan anyar itu saya beli, lalu saya olah, goreng kering dengan bumbu Kesuna Cekuh. Ini saya lakukan hanya untuk membantu para nelayan. Astungkara saya tak menyangka, dampaknya besar. Rata-rata jualan per hari 10 kilogram. Bahkan sehari sebelumnya, sudah ada yang pesan. Saya tak menampik, banyak masyarakat yang kecewa lantaran tak dapat bagian. Tapi apa bisa dikata, jumlah yang tersedia hanya sesuai hasil tangkapan nelayan Pantai Gumicik,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Gianyar, Anak Agung Gde Agung Wira Matara mengaku bangga, mendengar peran serta masyarakat dalam menghidupkan profesi nelayan.

Dia menilai, Pemkab Gianyar harus memberikan perhatian, bahkan bantuan yang bersangkutan dalam membesarkan usahanya.

Sebab hal ini berdampak positif terhadap kesejahteraan nelayan.

“Masyarakat seperti ini lah yang dibutuhkan. Dan, pemerintah tak boleh diam, harus ikut mendorong agar usaha yang bersangkutan maju, sebab apa yang dilakukan Puja, telah ikut membantu pemerintah dalam memperbaiki perekonomian masyarakat,” ujarnya.(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved