Novi Sriani 'Perempuan-Barista': Bukan Soal Siapa yang Membuat, Tetapi Bagaimana Kopi Dibuat

bagi Novi Sriani, bukan tidak mungkin seorang perempuan menggeluti profesi barista

Novi Sriani 'Perempuan-Barista': Bukan Soal Siapa yang Membuat, Tetapi Bagaimana Kopi Dibuat
Dok. Ni Putu Novi Sriani
Ni Putu Novi Sriani 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Profesi sebagai barista tak banyak dilirik oleh kaum hawa. Barista masih lekat dengan imaji maskulin.

Namun bagi Novi Sriani, bukan tidak mungkin seorang perempuan menggeluti profesi ini. Ia pun telah membuktikannya.

Cita rasa kopi hasil racikannya pun tak kalah enak dengan yang dibuat rekan-rekannya.

“Asalkan mau belajar, sesungguhnya tidak ada yang tak mungkin. Enaknya sebuah kopi tidak ditentukan dari siapa yang membuat, tetapi bagaimana kopi itu dibuat,” ujar gadis kelahiran Denpasar, 15 April 1996 ini.

Baca: Agar Mendapat Manfaat Kesehatan, Minum Kopi Sebaiknya Dilakukan Pada Waktu Ini

Novi menjelaskan, untuk menghasilkan kopi yang enak diperlukan teknik. Mempelajari teknik itu pun memerlukan kesabaran. Novi menuturkan dirinya perlu waktu sekitar tiga bulan untuk belajar membuat kopi. Mulai dari belajar basic, mencampur susu, hingga membuat latte art yang cantik. Ia pun mengatakan ilmu ini didapatnya langsung ketika Novi bekerja pada sebuah coffee shop.

“Pada 2014 lalu, saya mulai bekerja di coffee shop. Kebetulan pada waktu itu owner mengajarkan saya cara meracik kopi. Owner adalah orang yang berpengalaman dalam bidang kopi. Sejak saat itu saya berlatih membuat kopi hingga dinyatakan bisa. Saya tidak pernah menempuh sekolah barista. Ilmu saya dapatkan dari pertemuan dengan barista-barista lain,” ungkapnya.

Novi Sriani
Novi Sriani (Dok. Ni Putu Novi Sriani)

Untuk menambah ilmunya, ia pun bergabung dengan komunitas Barista Bastard Bali.

Di komunitas ini ia kerap berbagi pengalaman dengan kawan satu profesi. Dengan dukungan dari kawan-kawannya itu, Novi memberanikan diri untuk ikut dalam kompetisi kopi di Bali.

Ia beberapa kali mengikuti latte art competition dan manual brewing competition.

“Dari beberapa lomba itu, saya sempat menang dalam brewing competition. Bagi saya ini adalah kebanggaan sekaligus pembuktian bahwa kemampuan barista wanita bisa berada pada level yang sama,” kata Novi.

Halaman
12
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved