Breaking News:

Istri Ustaz Maulana Meninggal karena Kanker Usus, Waspada Gejalanya, Ini Cara Mendeteksi Kanker Usus

Andai ajal tidak menjemput, Ustaz Maulana, akan membawa sang istri ke negeri Jiran untuk berobat.

Tribun Timur/Sanovra
Ustaz Maulana duduk di samping jenazah sang istri 

"Mereka juga tak mau pemeriksaan colok dubur yang dirasa memalukan,” ujar Ibrahim seperti dilansir dari Kompas.com.

Padahal, cara ini paling sederhana untuk mendiagnosis kanker usus besar.

Cara Deteksi Dini kanker Usus

Yang pertama, pemeriksaan colok dubur dilakukan untuk mengetahui adanya polip pada lubang pengeluaran sekaligus untuk mengetahui adanya kelainan pada prostat.

Pemeriksaan darah samar dilakukan di laboratorium pada contoh tinja pasien untuk mendeteksi adanya darah yang berasal dari polip.

Dua cara itu dapat membantu memberi gambaran akan pengobatan yang lebih baik dan efektif.

Sebelum peneropongan usus (kolonoskopi) dilakukan, ada dua cara lain, yaitu deteksi biomolekuler dan pemeriksaan dengan radioisotop barium.

Pemeriksaan enema barium, yaitu memasukkan barium cair ke usus besar melalui dubur lalu diidentifikasi dengan foto rontgen.

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kanker dan polip yang besarnya melebihi 1 cm.

Belakangan ini diperkenalkan pemeriksaan biomolekuler untuk kanker usus besar pada contoh tinja pasien, yaitu tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang merupakan penanda (biomarker) metabolik tumor.

Gen penanda ini ditemukan E Eigenbrodt dari Jerman tahun 1992, kemudian dikembangkan Schebo Biotech.

Pada pemeriksaan diukur aktivitas metabolisme tumor usus besar pada stadium awal.

”Metode ini dapat mendeteksi polip atau adenoma yang tidak berdarah,” kata Adityawati Ganggaiswari, pakar biomedis dari Yayasan Kanker Indonesia dilansir dari Kompas.com.

(Tribunnews.com / Bunga)


Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved