Warga Desa Tibubeneng Geger Penemuan Mayat Di Sebuah Parit

Penemuan mayat di Jalan Raya Padonan, Gang Kubu, Banjar Kulibul Kangin, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung menggegerkan warga.

Warga Desa Tibubeneng Geger Penemuan Mayat Di Sebuah Parit
Humas Polres Badung
Terlihat anggota polisi saat menunjukkan lokasi penemuan mayat laki-laki tersebut, pada Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penemuan mayat di Jalan Raya Padonan, Gang Kubu, Banjar Kulibul Kangin, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung menggegerkan warga.

Penemuan mayat yang terjadi pada Minggu (20/1/2019) sore, ditemukan warga di sebuah parit dalam posisi telungkup.

Kapolsek Kuta Utara, AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya membenarkan ada penemuan mayat di sebuah parit.

"Benar, ada penemuan mayat di Desa Tibubeneng," ujarnya terpisah kepada Tribun Bali, Senin (21/1/2019).

Korban atas nama Nyoman Ngadi (75) laki-laki asal Kulibul Kangin, Desa Tibubeneng ditemukan pertama kali oleh I Nyoman Ariana (44) asal Banjar Dukuh Dusun Minggir, Gelgel, Klungkung.

Nyoman Ariana yang hendak mencari daun bambu kering, menemukan mayat lelaki tersebut sudah dalam posisi telungkup.

Baca: Penemuan Mayat Hangus Terbakar di Sisi Jalan Desa, Diduga Sengaja Dibakar

Baca: Lapangan Tibubeneng Diminta Pemprov, Warga Layangkan Surat Keberatan ke Gubernur

Mayat laki-laki tersebut ditemukan dengan masih menggunakan pakaian lengkap, berkaos warna coklat muda dan bercelana panjang coklat dengan kepala menghadap ke Timur.

Kaget dengan temuan tersebut, ia pun segera menghubungi rekannya I Gede Angga Dwijaya Putra yang saat itu sedang berolahraga di GOR Aseman yang tidak jauh dari TKP.

Selanjutnya Gede Angga pun melaporkan hal tersebut ke klian Dinas Banjar Kalibul Kangin dan Bhabinkamtibmas Desa Tibubeneng, Aiptu I Wayan Sadia.

"Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda kekerasan, diduga mayat laki-laki yang kita temukan dalam keadaan sakit," ujarnya.

Selain itu dari keterangan anak korban I Made Warsana mengatakan bahwa ayahnya yang berprofesi sebagai pengepul (mencari barang) rongsokan dalam kondisi sakit-sakitan.

"Saya sudah kasih tau agar orangtua diam di rumah, menunggu cucunya, namun tanpa sepengetahuan keluarga tiba-tiba dia (korban) menghilang," ujarnya.

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved