Punya Rp 50 Ribu Hasil Sumbangan, Wayan Budiasa Tak Berani Bawa Anak ke Rumah Sakit

I Wayan Budiasa benar-benar sedang kesulitan mencari biaya untuk berobat anaknya di rumah sakit.

Punya Rp 50 Ribu Hasil Sumbangan, Wayan Budiasa Tak Berani Bawa Anak ke Rumah Sakit
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Kanitreskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Winangun (kiri) saat mengajak korban berobat ke sebuah rumah sakit di Batubulan, Selasa (22/1/2019) malam. 

Punya Rp 50 Ribu Hasil Sumbangan, Wayan Budiasa Tak Berani Bawa Anak ke Rumah Sakit, Begini Kondisinya

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Wayan Budiasa benar-benar sedang kesulitan mencari biaya untuk berobat anaknya di rumah sakit.

Warga Karangasem yang tinggal di Perumahan Bumi Rahayu, Banjar Batuaji, Desa Batubulan, Sukawati saat ini tengah membutuhkan biaya lantaran anaknya kritis, diduga mengalami keracunan makanan.

Pria yang bekerja sebagai buruh ini, terpaksa merawat anaknya di rumah lantaran tak memiliki biaya sepeserpun.

Bahkan untuk biaya hidup sehari-hari, Budiasa mengaku kesulitan.

Saat dikonfirmasi Tribun-Bali.com via telepon, Selasa (22/1/2019), Budiasa mengaku tengah berada di jalan mencari bantuan untuk biaya pengobatan anaknya yang saat ini terbaring lemas, mutah-mutah dan pusing di rumah.

"Tiang (saya) saat ini sedang bingung pak, cari biaya untuk bawa anak saya ke rumah sakit. Saya tak punya uang sepeserpun, untuk makan saja susah. Saya mohon, bantu anak saya pak," ujarnya dengan nada suara panik.

Budiasa mengatakan, pagi tadi baru mendapat bantuan uang Rp 50 ribu dari seseorang, dan langsung membawa anaknya ke puskesmas terdekat.

Namun pihak puskesmas tak berani memberikan obat apapun lantaran kondisi anaknya kritis, dan beratnya hanya 29 kilogram.

Pihak puskesmas pun menyarankan agar anaknya dibawa ke rumah sakit.

Namum Budiasa menolaknya, karena takut tidak bisa membayar biaya pengobatan.

"Saya tak berani bawa ke rumah sakit, saya tak punya uang. Sepeda motor saja tak punya, ini saya minjam sepeda motor agar bisa cari teman, untuk dipinjami uang," ujarnya.

Budiasa mengatakan, dugaan keracunan ini berawal sekitar lima hari lalu, ia membeli ikan pindang di Nusa Penida.

Ikan tersebut lalu dimasak dan disantap bersama anak dan ayahnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved