Bencana Angin Kencang

Angin Kencang Sebabkan Pohon Ratusan Tahun di Setra Desa Pakraman Kubu Tumbang

Kencangnya angin disertai hujan pada Kamis (24/1) menyebabkan sebuah pohon kepuh yang tumbuh di areal Setra Desa Pakraman Kubu, Bangli tumbang

Angin Kencang Sebabkan Pohon Ratusan Tahun di Setra Desa Pakraman Kubu Tumbang
TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Kencangnya angin disertai hujan pada Kamis (24/1/2019) menyebabkan sebuah pohon kepuh yang tumbuh di areal Setra Desa Pakraman Kubu, Bangli tumbang, dan menimpa bangunan di sekitarnya. 

Angin Kencang Sebabkan Pohon Ratusan Tahun di Setra Desa Pakraman Kubu Tumbang

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kencangnya angin disertai hujan pada Kamis (24/1) menyebabkan sebuah pohon kepuh yang tumbuh di areal Setra Desa Pakraman Kubu, Bangli tumbang, dan menimpa bangunan di sekitarnya.

Beruntung, tumbangnya pohon sepanjang 80 meter lebih ini tidak menyebabkan korban jiwa.

Pohon yang diyakini masyarakat sekitar berusia 100 tahun lebih ini, diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WITA, saat terjadinya angin kencang.

Menurut Klian Penyarikan Desa Parkaman Kubu, Made Sudarma, selain dipercaya berusia ratusan tahun, pohon kepuh ini juga dipercaya sakral oleh masyarakat sekitar untuk media penyembuhan.

Baca: Ulasan Babak Pertama Blitar United Vs Bali United, Gol Spaso dan Platje Amankan Serdadu Tridatu

Baca: Kesaksian Security dan Penumpang Mobil, Bersyukur Selamat dari Kejadian Mengerikan

Baca: Live Streaming Blitar United Vs Bali United via MAXStream, Begini Caranya

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Blitar United Vs Bali United-Mendamba Poin di Debut Teco

Baca: 3 Jam Bertahan Selamatkan Cucu dari Terjangan Banjir, Nyawa Sang Nenek Justru Tak Tertolong

“Memang dipercaya mampu memberikan kesembuhan. Baru kemarin ada yang nunas kletan (kulit pohon) untuk pengobatan,” ujarnya.

Tumbangnya pohon keramat berdiameter 100 sentimeter itu menimpa bagian atap bale lantang yang berada di sekitarnya.

Di samping itu, batang pohon juga menimpa kuburan warga dan menyebabkan kerusakan pada tembok penyengker.

Walau demikian, imbuh Sudarma, upaya evakuasi material tidak bisa langsung dilakukan sebab perlu dilakukan rembug, antara prajuru adat dengan krama setempat.

“Ini mengingat pohon yang dianggap sacral, disamping areal sekitar yang dianggap areal suci. Sehingga perlu diawali dengan menggelar sebuah ritual,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved