Bencana Angin Kencang

BPBD Prov. Bali Catat Bencana Tanah Longsor dan Pohon Tumbang sebanyak 783, Paling Banyak di Gianyar

BPBD Provinsi Bali catat bencana tanah longsor dan pohon tumbang di seluruh kabupaten di Provinsi Bali selama tahun 2018 sebanyak 783 kejadian.

BPBD Prov. Bali Catat Bencana Tanah Longsor dan Pohon Tumbang sebanyak 783, Paling Banyak di Gianyar
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
PLT Kepala BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera saat ditemui Tribun Bali di Kantor BPBD Provinsi Bali, Jalan D.I Panjaitan No. 6, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BPBD Provinsi Bali catat bencana tanah longsor dan pohon tumbang di seluruh kabupaten di Provinsi Bali selama tahun 2018 sebanyak 783 kejadian.

Dengan rincian bencana tanah longsor sebanyak 247 kejadian dan pohon tumbang sebanyak 536 kejadian di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Bencana tanah longsor tercatat di Kabupaten Denpasar tidak ada, Kabupaten Badung 57 kejadian, Kabupaten Tabanan 52 kejadian, Kabupaten Klungkung 5 kejadian, Kabupaten Bangli 20 kejadian, Kabupaten Karangasem 14 kejadian, Kabupaten Buleleng 19 kejadian, Kabupaten Jembrana 9 kejadian dan yang paling banyak yaitu di Kabupaten Gianyar 71 kejadian.

Sedangkan pohon tumbang tercatat di Kabupaten Denpasar 7 kejadian, Kabupaten Badung 73 kejadian, Kabupaten Tabanan 72 kejadian, Kabupaten Klungkung 53 kejadian, Kabupaten Bangli 12 kejadian, Kabupaten Karangasem 141 kejadian, Kabupaten Buleleng 21 kejadian, Kabupaten Jembrana 21 kejadian dan yang paling banyak yaitu di Kabupaten Gianyar 154 kejadian.

"Kalau untuk pohon tumbang dan tanah longsor kita sudah siap betul, sudah kita laksanakan juga begitu ada berita ada permohonan dari Kabupaten/Kota, masyarakat terdampak itu kita langsung terjun ke lapangan. Seperti kemarin di Gunung Abang Kintamani, kita langsung koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi, kabupaten/kota dan tim kita segera melakukan bantuan.

Baca: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana Mulai Banjir Sampai Tanah Longsor

Baca: BREAKING NEWS! Pohon Tumbang Timpa Seorang Warga di Klungkung, Begini Kondisi Korban

Baca: Kades Baha Ajukan Pembelaan Usai Dituntut 5 Tahun, Tilep Uang APBDes Rp 1 Miliar

"Itu pendataannya (di Gunung Abang) tidak terjadi korban jiwa. Tidak ada. Itu hanya akses jalan yang tertutup sehingga kita juga menyiapkan perahu-perahu karet untuk menyeberangkan warga kita yang sekolah-sekolah atau aktivitas yang melalui jalan tersebut. Karena satu-satunya akses di sana," papar PLT Kepala BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera saat ditemui Tribun Bali di Kantor BPBD Provinsi Bali, Jalan D.I Panjaitan No. 6, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (24/1/2019).

Dia juga menyebutkan alat-alat berat sudah disiagakan di titik rawan bencana.

"Yang untuk penjagaan penyiapsiagaan alat-alat berat memang sudah kita siagakan di kabupaten/kota masing-masing. Artinya jalur terdekat dari pada titik-titik rawan itu sudah ada. Seperti contoh di Gunung Abang juga sudah disediakan di Dinas PU Provinsi Bali juga sudah siagakan alat berat itu. Sehingga kekurangan kami drop dari provinsi untuk melengkapi agar segera kita bisa penuhi atau singkirkan material-material longsor seperti itu," tambahnya.

Dia juga mengimbau masyarakat luas untuk lebih berhati-hati saat melintas di suatu daerah.

"Kami imbau juga kepada masyarakat luas dan semeton Krama Bali semua agar lebih berhati-hati di dalam melintas di suatu daerah. Perhatikan juga di beberapa daerah sudah dipasangi spanduk kawasan rawan longsor atau jangan melalui jalur ini, seperti itu contohnya sudah terpasang, sehingga masyarakat kita harus kita imbau agar berhati-hati di dalam lewat suatu jalur yang terkategori rawan bencana longsor," tambahnya.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved