Pelatih Asal Kamerun Ini Bidik Warga Binaan LP Kerobokan Jadi Bintang Pemain Bola

Saya sudah sejak dua tahun lalu melatih mereka, saya miliki mimpi untuk WBP itu untuk jadi pemain bola profesional

Pelatih Asal Kamerun Ini Bidik Warga Binaan LP Kerobokan Jadi Bintang Pemain Bola
TRIBUN BALI/BUSRAH ARDANS
Abu Lapula (42), sosok pelatih asal Kamerun yang ditemui di Lapangan I Gusti Ngura Rai Lapas Klas II A Kerobokan, Kamis (24/1/2019) siang tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak hanya masyarakat biasa yang bisa mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pemain bola profesional, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Kerobokan pun mampu melakukannya.

Hal itu tercetus dari ide dan aksi Abu Lapula (42), sosok pelatih asal Kamerun yang ditemui tribun-bali.com di Lapangan I Gusti Ngura Rai Lapas Klas II A Kerobokan, Kamis (24/1/2019) siang tadi.

Dalam rangka Turnamen Futsal Antrabes Cup 1 Tahun 2019 yang mengusung tema 'Olahraga dengan Disiplin, Hidup Sehat Tanpa Narkoba', Abu menjadi volunteer untuk melatih para pemain asal WBP yang sejak dua tahun silam.

Dirinya mengakui, kini telah melatih lebih dari 30 WBP di LP Kerobokan dan 20 di antaranya sangat berpotensi bermain di kancah liga di Indonesia.

"Saya sudah sejak dua tahun lalu melatih mereka, cuma ada beberapa bulan sempat berhenti karena melatih tim liga dua. Saya miliki mimpi untuk WBP itu untuk jadi pemain bola profesional,"

Baca: 29 Warga Binaan Asal Kota Denpasar Laksanakan Perekaman e-KTP di Lapas Kerobokan

Baca: Pengiriman Ganja 25 Kilogram dari Sumatera Diduga Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan Berinisial R

Baca: Pesan Terakhir Sala, Pesepak Bola Penumpang Pesawat Hilang di Selat Inggris: Ayah, Aku Takut

"Boleh dikata ada 30 yang saya latih di sini, dan 20 orang yang saya katakan bisa bermain di Liga. Karena skill dan mentalnya sudah bagus. Bahkan aku punya didikan dulu dari Lapas ini sudah keluar dan sekarang sudah masuk tim di Samarinda," akunya dengan senyum bangga.

Ditanya mengapa ingin melatih di Lapas Kerobokan, ia berkata bahwa dirinya senang.

"Saya senang lihat anak-anak dari nol terus bisa main bola dan sampai disiplin, itu luar biasa. Selain itu saya kasihan lihat mereka, dan saya punya cara bantu mereka agar menjadi orang lebih baik apalagi kalau punya bakat sepak bola, mungkin ada peluang mereka di sana,

"Seperti dulu waktu saya masuk di sini mereka masih blank (nol) dan sekarang bersyukur bisa bantu mereka dan mereka sudah punya mental bagus, bisa disiplin," jawabnya.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved