Sebelum Meninggal Tertimpa Pohon, Taufiqi Minta Diuruskan Akta Anaknya

Seorang pengendara motor tewas tertimpa pohon akibat hujan dan angin kencang di Jalan Tukad Pakerisan, Kelurahan Renon, Denpasar, Bali, Kamis sore.

Sebelum Meninggal Tertimpa Pohon, Taufiqi Minta Diuruskan Akta Anaknya
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
suasana di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis Malam (24/1/2019) 

Laporin Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pengendara motor tewas tertimpa pohon akibat hujan dan angin kencang di Jalan Tukad Pakerisan, Kelurahan Renon, Denpasar, Bali, Kamis sore (24/1/2019).

Korban diketahui bernama Taufiqi Hudaya (29) pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur yang saat ini tinggal di Muding, Badung, Bali dan bekerja di salah satu distro di Jln. Tukad Barito, Kelurahan Panjer, Denpasar, Bali.

Korban merupakan anak kedua dari empat bersaudara, sedangkan ibu korban sudah meninggal dua tahun yang lalu.

Menurut Vivi, adik bungsu korban, korban orangnya pendiam namun mengayomi keluarga.

"Dia kan anak cowok satu-satunya kan jadi ya walaupun bapak masih ada, dia yang mimpin kalau misalnya ada apa-apa. Lebih ke dia. Saudara kedua, sisanya cewek,"

Baca: Taufiqi Tewas Tertimpa Pohon Kepuh Keramat di Areal Setra Panjer, Keluarga: Anaknya Baru 2 Bulan

Baca: Pohon Tumbang di Jalan Nusa Indah dan Barat Plaza Renon. Begini Kondisinya

Baca: Angin Kencang Sebabkan Pohon Ratusan Tahun di Setra Desa Pakraman Kubu Tumbang

"Dia baik. Dia pendiam banget sih sebenernya tapi ngayomi. Dia kalau ada masalah tidak pernah cerita," ucapnya.

Korban sendiri baru menikah 1 tahun dan meninggalkan seorang istri dan seorang anak berumur 2 bulan.

"Sudah nikah. Baru setahun mau jalan 2 tahun. Anaknya baru 2 bulan baru November akhir kemarin,"

"Bapak sudah tau kabar ini. Semua sudah dateng. Istrinya tidak dikasih ke sini. Kayaknya dia (istri) duluan tahu dari pada saya. Soalnya saya ke sini lebih awal kan sebelum ada orang dia sudah nangis-nangis," tambahnya.

Sebelum kejadian, keluarga tidak merasakan firasat apapun namun korban meminta untuk diuruskan akta anaknya.

"Tidak ada firasat sih. Tadi pagi kan saya masuk kerja sehari, Bapak cerita mas suruh ngurusin akta anaknya. Tadi pagi itu bilangnya. Katanya juga sama kakak saya yang ketiga katanya mau ke rumahnya dia kan udah pisah-pisah nih rumahnya nih karena sudah berkeluarga semua, kecuali saya. Katanya mau ngasih KTP nya kalau tidak salah. Mau buat ngurus-ngurus KK dan akta," paparnya.

Vivi, adik bungsu korban menyebutkan komunikasi terakhir dengan kakaknya sekitar 2 hari yang lalu meminta untuk fotokopi KK.

"Kenangan waktu dia nikah ya. Kan semuanya ngumpul. Sebenarnya dua minggu lagi ngajak piknik bareng. Dia yang ngerencanain. Sebelum kejadian ini terakhir minggu kemarin sempet piknik dia ngajakin lagi 2 minggu lagi. Dia yang ngusulin. Masih di sekitar Denpasar aja,"

Sementara, korban akan dimakamkan hari ini setelah sholat Jumat di Kampung Jawa, Denpasar, Bali.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved