Jurnalis Bali Beri Sutrisno Waktu Sepekan Untuk Menuntaskan Tuntutan Pencabutan Remisi Susrama

Peserta aksi kemudian meminta Kakanwil Kemenkumham Bali untuk menandatangani petisi tersebut hitam di atas putih bermaterai.

Jurnalis Bali Beri Sutrisno Waktu Sepekan Untuk Menuntaskan Tuntutan Pencabutan Remisi Susrama
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Sutrisno menandatangani dan menunjukkan surat pernyataan dari perwakilan Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) saat aksi menolak Remisi Terpidana, I Nyoman Susrama aktor utama pembunuhan berencana Jurnalis Prabangsa dari Monumen Bajra Sandhi menuju Kantor wilayah Menkumham,Renon,Rabu (25/1/2019). Dalam aksinya mereka menuntut Presiden Jokowi mencabut keppres No 29 tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perjuangan awal Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menuntut pencabutan remisi terhadap narapidana I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis Jawa Pos Radar Bali AA Narendra Prabangsa pada tahun 2009 silam, mendapat tanggapan positif dari Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno.

Di hadapan peserta aksi damai SJB di Kanwil Kemenkumham, Jumat (25/1/2019), Sutrisno dengan meyakinkan berjanji membawa petisi SJB ke kepada Menteri Hukum dan HAM.

"Saya akan membawa dan memberikan surat pernyataan ini kepada Menteri Hukum dan HAM sebagaimana pernyataan sikap para jurnalis Bali tentang usulan pencabutan remisi narapidana atas nama Ir I Nyoman Susrama MM,” ujar Sutrisno, setelah menandatangani surat pernyataan tersebut di hadapan peserta aksi dari SJB.

Sesuai dengan Kepres 29 Tahun 2018 tertanggal 7 Desember 2018, Susrama mendapat remisi berupa perubahan hukuman dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara atau 20 tahun dalam kasus pembunuhan jurnalis Jawa Pos Radar Bali AA Prabangsa.

Adapun beberapa elemen jurnalis dan elemen lain yang terlibat dalam Solidaritas Jurnalis Bali yakni AJI Kota Denpasar, PWI Bali, IJTI Bali, LBH Bali, PPMI Bali, Pena NTT, LABHI BALI, Frontier Bali, AMP Bali, Manikaya Kauci, LMND Bali, dan berbagai elemen organisasi maupun individu yang mendukung kemerdekaan pers.

Aksi damai SJB dimulai dari Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, kemudian berlanjut ke Kanwil Kemenkumham Bali.

Masing-masing organisasi jurnalis Bali menyampaikan orasinya dan menuntut pemerintah mencabut remisi kepada Susrama.

Satu di antara peserta aksi yaitu Sandi yang juga merupakan wartawan Jawa Pos Radar Bali, menyatakan remisi yang diberikan pemerintah itu semakin menambah luka batin bagi keluarga serta para jurnalis.

"Kalau Bapak Menteri Hukum dan HAM mengatakan memberikan remisi kepada Susrama karena umurnya hampir 60 tahun, kita lihat istri korban seumur hidup menderita luka batin karena suaminya meninggal," kata Sandi, dibarengi suara riuh peserta aksi.

Istri Prabangsa, AA Sagung Mas Prihantini, juga ikut menghadiri aksi tersebut. Selama aksi berlangsung, Sagung tak banyak bicara.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved