5 Fakta Nenek yang Viral Selamatkan Cucu saat Banjir Gowa

Nenek yang viral saat menyelamatkan cucunya dari derasnya arus banjir di Kabupaten Gowa, tetap dikenang sebagai nenek dan orangtua yang tangguh

KOMPAS.com/ABDUL HAQ
Nurjannah Djalil (70) saat menyelamatkan cucunya dengan berpegang pada pohon saat banjir bandang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GOWA - Nenek yang viral saat menyelamatkan cucunya dari derasnya arus banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan cara berpegang pada pohon meski akhirnya meninggal dunia, tetap dikenang sebagai nenek dan orangtua yang tangguh dalam menjalani hidup.

Di mata keluarga, ia adalah orangtua tunggal selama puluhan tahun membesarkan anak-anaknya meski harus banting tulang hingga dua anaknya berhasil menjadi dokter.

Berikut sejumlah fakta nenek yang viral menyelamatkan cucunya saat banjir bandang melanda Gowa, berdasarkan keterangan anak dan menantu korban kepada Kompas.com.

1. Selamat setelah memeluk pohon jati putih selama 3 jam

Nurjannah Djalil (70) wanita kelahiran Mei 1963 menjadi viral di media sosial saat menyelamatkan cucu semata wayangnya, Waliziab Muhammad Nur (2) saat bencana banjir pada Selasa, (22/1/2019) melanda perumahan BTN Zigma Royal Part, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga.

Baca: Raffi Ahmad Beri Pengakuan Mengejutkan di Depan Hotman Paris & Istrinya : Lelaki Tergoda Ya Wajar

Baca: 10 Jenis Pekerjaan Ini Rentan Tergantikan oleh Mesin

Baca: Manfaatkan Layanan SIM Keliling Hari Ini di Mal Pelayanan Lumintang & Pos Zebra Jimbaran

Dirinya sempat selamat setelah bertahan dengan berpegangan pada pohon jati putih selama tiga jam.

2. Meninggal akibat serangan jantung dan telan air kotor

Meski demikian, keesokan harinya, Rabu, (23/1/2019), Nurjannah harus kembali dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa dan dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis serangan jantung dan terlalu banyak menelan air kotor.

"Dari hasil diagnosa dokter terkena serangan jantung dan terlalu banyak menelan air kotor" kata Muhlis, Humas RSDUD Syech Yusuf yang dikonfirmasi Kompas.com.

3. Puluhan tahun jadi orangtua tunggal untuk 4 putrinya

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved