Rumah Duka RSPAD Full Disewa Keluarga Pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja
Jenazah almarhum Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto
Perlu diketahui, Eka Tjipta Widjaja dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 2 di Indonesia tahun 2018 oleh Forbes.
Eka disebutkan memiliki aset senilai Rp 205 Triliun.
Danjen Kopassus Bergeser, Ini Daftar Lengkap 104 Mutasi Perwira Tinggi TNI Termasuk Pangdam Jaya
Momen Rocky Gerung & Prabowo Subianto Salaman Lihat Senyumannya, Netizen: Presiden Akal Sehat RI
Gosip Ada Reino Barack di Antara Mereka, Bandingkan Rumah Syahrini dan Luna Maya Lihat Kolam Renang
Kisah hidup Eka Tjipta Widjaja
Taipan sukses ini mencapainya bukan tanpa perjuangan.
Tak banyak yang tahu masa lalu Eka Tjipta Widjaja yang memprihatinkan.
Seperti dikutip dari Tribun Timur, Eka Tjipta Widjaja dan ibunya pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1932 saat ia berusia 9 tahun.
Mereka menyusul sang ayah yang sudah migrasi lebih dulu.
Ekonomi keluarganya sangat jauh dari kata layak.
Ayahnya terlibat utang pada rentenir dan tak mampu membayar bunga yang sangat tinggi.
Eka Tjipta Widjaja akhirnya tak bisa melanjutkan sekolah sehingga hanya punya ijazah SD.
Ia bertekad untuk bisa membantu ayah dan ibunya.
Eka Tjipta Widjaja dan ayahnya mulai berjualan permen dan biskuit keliling Makassar.
Eka Tjipta Widjaja berjualan dari pintu ke pintu.
Menaiki sepeda, ia akan berhenti dan mengetuk pintu rumah calon pembeli tanpa kenal lelah.
Eka Tjipta Widjaja yang kala itu berusia 15 tahun ternyata bisa meringankan beban utang keluarganya dari hasil jualan biskuit dan permen.
Eka Tjipta Widjaja menabung sebagian keuntungannya untuk tambahan modal.
Tak puas dengan berjualan keliling, Eka membeli alat membuat kembang gula di rumah.
Dia mulai memproduksi sendiri kembang gulanya.
Pada masa penjajahan Jepang, Eka bekerja sama dengan CIAD (Corp Intendands Angkatan Darat) .
Dia menjual kopra pada mereka.
Namun, Jepang mengeluarkan kebijakan monopoli kopra dan bisnis Eka terhenti.
Eka Tjipta Widjaja kembali bangkrut.
Punya prinsip tak mau menyerah, Eka kembali menjajal bisnis baru.
Ia beralih ke usaha bahan-bahan keperluan makanan, bangunan, dan kebutuhan harian.
Tahun 1950 lagi-lagi usahanya terhenti karena dirampas saat peristiwa Permesta.
Saat usianya 37 tahun, Eka Tjipta pindah ke Surabaya.
Dia mencoba bisnis kebun kopi dan kebun karet di daerah Jember.
Eka Tjipta Widjaja mendirikan CV Sinar Mas dan mulai berbisnis membuat bubur kertas dari sisa-sisa pengolahan karet.
Seiring perkembangan bisnisnya, Eka mendirikan PT Tjiwi Kimia pada 1976.
Perusahaan ini bergerak di bidang bahan kimia.
Pada tahun 1980, Eka bisa membeli 10 ribu hektar kebun kelapa sawit di Riau.
Tahun 1982, Eka Tjipta Widjaja membeli Bank International Indonesia (BII) yang dan memulai bisnis propertinya dengan nama Sinar Mas Group.
Hingga kini, Eka Tjipta Widjaja mungkin telah mengalami puluhan kali jatuh dan bangkit lagi.
Hasilnya, saat ini Eka Tjipta Widjaja ada di posisi dua sebagai orang terkaya di Indonesia.
Eka Tjipta Widjaja punya prinsip hidup jujur, bertanggung jawab, baik pada keluarga, pekerjaan dan lingkungan.
Eka Tjipta Widjaja juga tak suka berfoya-foya dan selalu berusaha hidup hemat.
Dari perjuangan Eka Tjipta Widjaja si pemilik Sinar Mas Group ini, kita bisa belajar bahwa sukses memang bukan suatu hal yang instan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pendiri-sinar-mas-group-eka-tjipta-widjaja.jpg)