Tidak Hanya Mendeteksi Banjir Rob, Sistem Peringatan MEWS juga Bisa Deteksi Cuaca Ekstrim Lain

Indonesia masuk dalam negara yang memiliki panjang garis pantai terpanjang ketiga di dunia dengan luas mencapai 99.093 kilometer.

Tidak Hanya Mendeteksi Banjir Rob, Sistem Peringatan MEWS juga Bisa Deteksi Cuaca Ekstrim Lain
TRIBUN BALI/AHMAD FIRIZQI IRWAN
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama stakeholder lainnya melaksanakan pertemuan guna membahas masalah peringatan dini di Indonesia, bertempat di Nusa Dua Beach Hotel and Spa pada Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama World Meteorological Organization (WMO) melaksanakan kegiatan "Coastal Inundation Forcasting Demonstration Project Indonesia (CIFDP-I)", Senin (28/1/2019).

Pertemuan yang bertempat di Nusa Dua Beach Hotel and Spa, Badung ini nantinya akan berlangsung selama tiga hari ini dan dilaksanakan di Denpasar pada tanggal 28-30 Januari 2019.

Kepala Sub Bidang Layanan Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Andri Ramdhani mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini untuk menyelesaikan hasil rapat tahun ini.

"Kegiatan ini kita adakan untuk mempersiapkan implementasi sistem peringatan dini banjir pesisir khususnya wilayah Jakarta dan Semarang. Hal itu untuk mengurangi dampak dan risiko yang diakibatkan oleh banjir pesisir," ujarnya.

Andri juga menjelaskan, untuk memperkuat kerja sama ini, ada lima lembaga yang akan diikutsertakan, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP, Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika BIG, dan Direktorat Kesiapsiagaan BNPB.

"Dari lima lembaga tersebut, diharapkan mampu mendukung operasional peringatan dini banjir pesisir atau banjir rob berserta dengan Pemda DKI Jakarta dan Semarang melalui BPBD dalam melakukan diseminasi informasi," jelasnya.

Diskusi ini juga dilakukan untuk meneruskan pengembangan sistem informasi peringatan dini banjir untuk wilayah lainnya di Indonesia.

Sebelumnya, beberapa tahapan di pembahasan CIFDP-I yang dilaksanakan pada tahun 2017 dengan mengundang beberapa tim ahli dari WMO telah disepakati adanya perjanjian kerja sama atau yang disebut dengan Devinitive National Agreement (DNA), yang penandatanganannya dilakukan pada tanggal 29 Maret 2017.

"Perjanjian kerja sama tersebut tentang sistem prakiraan dan peringatan dini banjir rob, dengan melibatkan lima lembaga tersebut pada tahun 2017," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved