Liputan Khusus

Turis Asing pun Sempat Bertanya, Estetika Kota di Tengah Tebaran Baliho dan Poster Caleg

Ratusan gambar wajah caleg (calon anggota legislatif), mulai dari DPRD tingkat kota sampai DPR dan DPD RI, memenuhi hampir setiap persimpangan

Turis Asing pun Sempat Bertanya, Estetika Kota di Tengah Tebaran Baliho dan Poster Caleg
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Sejumlah alat peraga kampanye tumbang diterpa angin di seputar Bundaran Renon, Denpasar, pekan lalu dan sempat dibiarkan selama beberapa hari. 

Selama berkiprah di dunia politik, Pasek mengaku porsi duit kampanye yang ia keluarkan untuk alat peraga hampir seimbang dengan porsi yang dia keluarkan untuk menggelar acara atau simakrama di masyarakat. 

Pasek menyadari, kalau ikut bertarung di dunia politik memang harus ada modal uang. Namun demikian, kata dia, meskipun sudah mengeluarkan uang banyak, belum jaminan bisa terpilih.

Sebab, menurutnya, masyarakat Bali saat ini sudah semakin cerdas memilih pemimpin.

Risiko Demokrasi

Saat ini sebenarnya sudah diatur oleh KPU dimana saja tempat/lokasi untuk pemasangan media kampanye luar ruang, sehingga tidak bisa memasang baliho di sembarang tempat.

Tapi, menurut Ramanda Dimas Surya Dinata, mungkin saja ada juga pemasangan baliho dilakukan oleh simpatisan caleg yang kurang mengerti aturan dari KPU.

“Pemasangan baliho yang tidak mengindahkan estetika sudah pasti mengganggu keindahan kota. Sesungguhnya ada aturan di mana saja tempat-tempat yang boleh dan tidak boleh dipasangi media promosi. Jika mau kampanye, tidak boleh di daerah yang merupakan obyek wisata, tempat utama berkumpulnya masyarakat, dan daerah heritage. Tapi inilah risiko demokrasi,” jelas Ramanda, Ketua Prodi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Desain Bali.

KPU, setahu dia, pernah mengutarakan kesulitan mereka untuk memantau pemasangan alat peraga kampanye, karena lembaga itu tak memiliki personel yang cukup untuk itu.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah terutama pemerintah daerah, harus serius memperhatikan hal ini.

Bagi Ramanda, silakan caleg memasang media promosinya, tapi harus tahu di mana tempat yang tepat dan juga memperhatikan estetika lingkungan dimana media promosi itu dipasang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved