Kerajinan Ulat Pandan Ikon Desa Tumbu Karangasem, Warisan Leluhur Sejak Abad ke-18

Kerajinan mengulat tikar pandan di Banjar Tumbu Kaler, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem sudah ada sejak abad ke-18

Kerajinan Ulat Pandan Ikon Desa Tumbu Karangasem, Warisan Leluhur Sejak Abad ke-18
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kerajinan tikar pandan di Banjar Tumbu Kaler, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. 

Pengeringan daun pandan lebih cepat, butuh waktu setengah hari. Kualitas yang dihasilkaan juga lebih bagus dan cukup kuat karena daun pandan tambah lemas.

Setelah kering, daun pandan disisit dan dihaluskan dengan alat pengerosan. Lalu daun dianyam dengan bentuk bervariarif.

"Tikar dan tas pandan tumbu berbeda dengan tikar pandan lainnya. Tikar bentuknya lemas," ujar dia.

Untuk pemasaran, tidak ada masalah. Setelah selesai, pengepul tikar asli Tumbu akan mengambil hasil ulatannya.

Biasanya kerajinan ini dikirim ke Gianyar, serta di ekspor ke luar negeri seperti ke China, Amerika, Australia, Belanda, dan Perancis.

Ia berjanji akan terus mengembangkan kerajinan tikar serta tas pandan.

"Warga biasanya menjual hasil kerajinannya ke pengepul. Ada juga yang jual ke pasar," uajrnya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved