Parkir Seenaknya, 45 Kendaraan Digembosi di Kota Denpasar

Penertiban ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Polri, TNI, serta instansi terkait.

Parkir Seenaknya, 45 Kendaraan Digembosi di Kota Denpasar
Humas Pemkot Denpasar
Pelaksanan penertiban kendaraan parkir sembaranagan di beberapa kawasan Kota Depasar, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 45 kendaraan digembosi di beberapa ruas Jalan di Kota Denpasar karena parkir semau gue.

Penggembosan ini dilaksanakan di kawasan Jalan A Yani sebanyak 21 kendaraan, Jalan Cokroaminoto sebanyak 4 kendaraan dan 20 kendaraan di kawasan Jalan Jepun Denpasar yang dilaksanakan pada Selasa (29/1/2019).

Penertiban ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Polri, TNI, serta instansi terkait.

Kendaraan yang digembosi merupakan  kendaraan yang melanggar rambu lalulintas atau parkir sembarangan. 

Sekretaris Dishub Kota Denpasar, Ketut Sriawan saat dikofirmasi mengatakan kegiatan penertiban ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dan peduli keselamatan berlalu lintas. 

Hal ini dikarenakan beberapa ruas jalan di Kota Denpasar mengalami kepadataan saat jam-jam tertentu seperti saat pulang kantor. 

Sehingga dengan adanya parkir sembarangan yang menggunakan sebagian badan jalan ini akan berdampak pada gangguan lalu lintas seperti kemacetan dan lain sebagainya.

"Hingga saat ini pelanggaran masih didominasi pada salah parkir dan melanggar rambu lalu lintas. Bagi yang melanggar, Dishub tetap mengenakan sanksi berupa penempelan stiker, penggembokan kendaraan, menderek serta menjatuhkan tilang, dan kali ini dilakukan penggembosan dengan pencabutan pentil," kata Sriawan.

Sriawan menambahkan tindakan ini dilakukan untuk menciptakan kelancaran dan ketertiban dalam berlalulintas serta sebagai wujud penegakan Perda. 

Dan selanjutnya sewaktu-waktu pihaknya akan melakukan penertiban guna memberikan pemahaman akan pentingnya tertib lalu lintas dan parkir yang baik bagi masyarakat.  

"Harus ada tindakan tegas untuk mengatasi hal ini karena sudah mengganggu pengguna lalu lintas lainnya," kata Sriawan.

Ia juga mengimbau kepada pengguna jalan raya agar tertib dan mematuhi rambu lalulintas, apabila ditemukan pelanggaran parkir akan ditindak sesuai dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perhubungan di Kota Denpasar.

Dimana, penegakan perda tersebut dilakukan dengan cara penggembosan ban dan pencabutan pentil ban, setelah sebelumnya telah digunakan cara penderekan dan penggembokan bagi para pelanggar. 

Hal itu diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelanggar untuk tidak mengulangi kembali memarkir kendaraan di pinggir jalan atau lokasi yang terdapat larangan parkir. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved