Bencana Longsor Makan Korban

Suami Istri & Dua Anaknya Tewas Tertimbun Longsor di Buleleng, Begini Imbauan Wabup

Sebab hujan deras diprediksi akan terus mengguyur wilayah desa setempat, hingga dikhawatirkan menimbulkan bencana longsor.

Suami Istri & Dua Anaknya Tewas Tertimbun Longsor di Buleleng, Begini Imbauan Wabup
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga memindahkan jenazah keempat korban bencana longsor di Desa Mengening, Kubutambahan, Buleleng ke atas bale, Selasa (29/1/2019). 

Nyoman Dania (78) selaku ayah korban Ketut Budi Kace menuturkan, hujan deras mengguyur wilayah Banjar Dinas Sangker sekitar pukul 02.00 Wita dinihari.

Empat Korban tewas Akibat Longsor di Desa Mengening, Kubutambahan, Buleleng, Selasa (29/1/2019).
Empat Korban tewas Akibat Longsor di Desa Mengening, Kubutambahan, Buleleng, Selasa (29/1/2019). (Dok BPBD Kab Buleleng)

Ia pun sempat merasa was-was, sebab lokasi kediaman anaknya berada di bawah tebing setinggi kurang lebih delapan meter.

Saat hujan mengguyur, Dania sempat terbangun dari tidurnya.

Ia sempat memantau rumah anaknya yang lokasinya tepat di belakang rumah Dania. 

"Saya sempat bangun sekitar jam 03.00 wita, mantau rumah anak saya. Sempat was-was karena posisi rumahnya ada di bawah, rawan kena longsor. Saya lihat anak saya tidak keluar rumah, jadi saya rasa aman-aman saja. Jam 04.00 wita saya tidur. Pas bangun jam 05.00 wita, saya lihat rumah Ketut sudah rata. Sempat saya panggil tapi tidak ada sahutan, firasat saya sudah meninggal. Akhirnya saya minta bantuan ke warga untuk dievakuasi," kata Nyoman Dania saat ditemui di rumah duka. 

Warga yang mengetahui kejadian ini pun bergegas melakukan evakuasi.

Mereka menemukan posisi ke empat jenazah saling berpelukan, berada di atas kasur, tertimpa tanah, dinding batako, pohon jeruk, dan senderan rumah.

"Anak saya (Ketut Budi Kace,red) posisinya memeluk anak perempuannya (Putu Rikasih,red), istrinya ( Luh Sentiani, red) posisinya memeluk anak laki-lakinya (Kadek Sutama,red). Semuanya masih di atas ranjang," ungkap Dania lirih. 

Bila tidak ada halangan, ke empat jenazah akan di makamkan, setra Desa Pakraman Mengening, pada Rabu (30/1/2019). (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved