Tak Ada Firasat Sebelum Maut Menjemput Ni Ketut Puspawati, Orang Tua Korban Tanah Longsor Syok

Nengah Karsi, orangtua Puspawati, tak pernah membayangkan kejadian nahas ini menimpa si buah hati. Tidak ada firasat apapun muncul sebelum maut menjem

Tak Ada Firasat Sebelum Maut Menjemput Ni Ketut Puspawati, Orang Tua Korban Tanah Longsor Syok
Tribun Bali/Saiful Rohim
Empat korban longsor masih dirawat di RSUD Karangasem, Senin (28/1) kemarin. Beberapa warga melayat ke rumah korban longsor di Banjar Dinas Jatituhu, kemarin. 

Korban yang bersandar di tembok terkena hantaman material. Pintu yang semula terbuka seketika tertutup.

Anak-anak yang di dalam terjebak dan terkena material. Korban yang duduk di dekat pintu loncat dan keluar dari rumah.

"Istri saya, Ni Wayan Wangiyani, yang hamil delapan bulan juga kena material. Tulang di bagian bahunya patah. Sekarang sudah mendapat pengobatan dari petugas medis," jelas Darpa.

Perbekel Desa Ban, I Wayan Potag, menduga longsor terjadi karena tanah di sekitar kondisinya labil.

"Dugaan saya, kejadian semalam murni karena tanah labil," ungkap Potag, kemarin.

Untuk kerusakan rumah, pihaknya akan mengusulkan ke BPBD Provinsi. Untuk material sudah dievakuasi oleh petugas.

"Ini rumah bantuan pihak ketiga, makanya akan diusulkan," janjinya.

Pontag menambahkan, wilayahnya merupakan daerah rawan longsor karena tanahnya labil. Hampir 80 persen tanah di Ban merupakan tanah pertanian.

"Ban itu dekat dengan Gunung Agung dan Abang sehingga rawan longsor kalau hujan-hujan," kata Potag.

Potag menambahkan, warga di Ban terutama yang tinggal di pegunungan berharap pemerintah bisa memberikan solusi mengatasi permasalah pemukiman warga.

Hampir sebagian warga mendirikan rumah sekitar tebing.

"Kita imbau warga agar tak mendirikan rumah dekat tebing," ujarnya. 

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved