Beres Jalani Hukuman di LP Kerobokan, Pria Berinisial KI kembali Dilaporkan ke Polisi, Diduga KDRT

Baru selesai menjalani penahanan di LP Kerobokan, pria berinisial KI (40) harus kembali berurusan dengan polisi.

Beres Jalani Hukuman di LP Kerobokan, Pria Berinisial KI kembali Dilaporkan ke Polisi, Diduga KDRT
Bangka Pos
Ilustrasi: Baru selesai menjalani penahanan di LP Kerobokan, pria berinisial KI (40) harus kembali berurusan dengan polisi. Pria 40 tahun yang juga dikenal sebagai petinggi organisasi masyarakat ini, dilaporkan istrinya sendiri atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada Rabu (30/1/2019). 

Selesai Jalani Hukuman di LP Kerobokan, Pria Berinisial KI kembali Dilaporkan ke Polisi, Diduga KDRT

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Baru selesai menjalani penahanan di LP Kerobokan, pria berinisial KI (40) harus kembali berurusan dengan polisi.

Pria 40 tahun yang juga dikenal sebagai petinggi organisasi masyarakat ini, dilaporkan istrinya sendiri atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada Rabu (30/1/2019).

Penganiayaan KI pada istrinya berinisial YY (32), diduga dilakukan di rumahnya, Jalan Seroja, Denpasar Timur, Bali.

Baca: UPDATE, Penahanan Vanessa Angel Ditunda Gara-gara ini, Berikut Penjelasan Polisi

Baca: Vanessa Angle Jatuh Pingsan Saat Diperiksa, Kepala Rumah Sakit Ungkap Fakta Ini

Saat dikonfirmasi, siang tadi, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan membenarkan adanya laporan tersebut.

"Iya, iya, benar ada. Laporan masuk sore kemarin," singkat dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Artha Aryawan juga membenarkan laporan itu.

"Betul, ada. Kejadian diduga terjadi di rumahnya," ucap Artha, via WhatsApp kepada tribun-bali.com, siang tadi.

Ia menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil visum.

"Laporannya kemarin, saat sedang menunggu hasil visum dan sedang kami proses," jelasnya singkat.

Sementara ditanya soal motifnya, juga sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

"Masih proses riksa," jawabnya.

Sebagaimana diketahui, KI diketahui beberapa waktu lalu bebas berdasarkan surat keputusan dari Pengadilan Negeri Denpasar, Kementerian Hukum Hak Asasi Kemanusiaan Republik Indonesia Kantor Wilayah Bali Nomor Surat Lapas W/20 EDP/14 /PK 01022019. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved