Kesaksian Pecalang Selamatkan Sopir dari Truk yang Terbang Bebas ke Jurang di Banjar Gelogor Ubud

Truk bernomor polisi P 8741 PM masuk ke jurang sedalam 20 meter sekitar pukul 10.30 WITA di perbatasan Banjar Gelogor Ubud dan Banjar Silakarang Suka

Kesaksian Pecalang Selamatkan Sopir dari Truk yang Terbang Bebas ke Jurang di Banjar Gelogor Ubud
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Truk bernomor polisi P 8741 PM masuk ke jurang sedalam 20 meter sekitar pukul 10.30 WITA di perbatasan Banjar Gelogor Ubud dan Banjar Silakarang Sukawati, Kamis (31/1/2019). Beruntung nyawa sopir, Agus Tri asal Banyuwangi, Jawa Timur bisa diselamatkan warga sekitar. 

Kesaksian Pecalang Selamatkan Sopir dari Truk yang Terbang Bebas ke Jurang di Banjar Gelogor Ubud

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Truk bernomor polisi P 8741 PM masuk ke jurang sedalam 20 meter sekitar pukul 10.30 WITA di perbatasan Banjar Gelogor Ubud dan Banjar Silakarang Sukawati, Kamis (31/1/2019).

Beruntung nyawa sopir, Agus Tri asal Banyuwangi, Jawa Timur bisa diselamatkan warga sekitar.

Sang sopir dikabarkan mengalami patah pada tulang bahu, dan dirawat intensif di RSU Primagana, Batubulan.

Saat Tribun-Bali.com mendatangi TKP sekitar pukul 14.00 Wita, truk berwarna kuning dengan nomer polisi, P 8741 PM tersebut masih tergeletak di bawah jurang.

Setengah badan kendaraan tampak tergelam di bawah air.

Tak satupun petugas berwajib berada di sana.

Tempat tersebut hanya dipenuhi masyarakat, yang merasa prihatin terhadap kejadian ini.

Pecalang Adat Gelogor, I Nyoman Landung, yang turun mengevakuasi korban mengungkapkan, kejadian ini bermula saat korban datang dari arah Gelogor menuju Banjar Silakarang, membawa truk dengan muatan batu padas.

Di tengah jalan tanjakan, mesin kendaraan tiba-tiba mati saat sopir berusaha mengindari jalan berlubang.

“Yang awalnya jatuh itu muatannya, setelah itu truk dan sopirnya. Mengerikan sekali, truknya terjun bebas."

"Lalu saya dan beberapa teman yang saya panggil lewat HT (Handy Talky), langsung turun membantu korban. Saya ikat tubuh korban, lalu kami tarik. Saat saya ikat di bagian bahu, dia mengerang kesakitan,” ujar Landung. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved