Tas Daun Pandan Ramai Dipesan, Dampak Pergub Pembatasan Plastik

Perajin tas pandan, Ni Made Septariani mengatakan, permintaan tas pandan bisa capai ratusan unit tiap pekan, terutama dari luar Karangasem

Tas Daun Pandan Ramai Dipesan, Dampak Pergub Pembatasan Plastik
Tribun Bali/Saiful Rohim
Perajin Desa Tumbu tengah membuat tas pandan untuk dijual. 

Perbekel Tumbu, Kadek Oki Leriyanto mengatakan, sebagian besar perajin tas pandan bahagia dengan pergub tersebut.

Baca: Akibat Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Denpasar Hangus Terbakar

Baca: Usai Diperiksa 12 Jam Dan Disebut Akan Ditahan Vanessa Angel Kini Dibawa Ke Rumah Sakit

Baca: Gua Panji Landung dan Kuburan Dadong Guliang, Lokasi Angker Diubah jadi Wisata Spiritual

Penghasilan mereka sedikit bertambah karena banyak pesanan.

Ia berharap pesenan meningkat terus.

"Pergub tersebut membawa angin segar untuk perajin tas dan tikar pandan. Warga bersyukur karena banyak pesanan. Hampir 50 persen warga di Tumbu menjadi perajin tas dan tikar pandan," kata Oki.

Kadek Oki Leriyanto mengatakan, ada tiga Banjar di Tumbu yang menjadi sentral kerajinan tas dan tikar pandan. Yakni Banjar Tumbu Kaler berpenduduk sekitar 376 KK, Banjar Kebon Tumbu penduduknya 68 KK, dan Tumbu Kelod sebanyak 314 KK.

"Warga biasanya menjual hasil kerajinannya ke pengepul. Ada juga yang jual ke pasar," kata Oki. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved