Kemenkum HAM Kaji Ulang Remisi Pembunuh Wartawan di Bali, Begini Sebabnya

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyebut bahwa pemberian remisi terhadap otak pembunuhan wartawan Bali, I Nyoman Susrama

Kemenkum HAM Kaji Ulang Remisi Pembunuh Wartawan di Bali, Begini Sebabnya
dok.antara/Nyoman Budhiana
I Nyoman Susrama 

Hasil pembahasan, lanjutnya, akan dikaji untuk kemudian diserahkan kepada Menkumham, yang selanjutnya diteruskan kepada Presiden. 

"Ya begitu runutannya," kata Ade.

Namun begitu, ia mengaku belum bisa menyampaikan terkait waktu yang dibutuhkan dalam pembahasan dan pengkajian ulang pemberian remisi terhadap Susrama ini. 

"Itu belum bisa kami sampaikan," ujar dia.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mengatakan pemerintah tidak akan meninjau ulang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Perubahan dari Penjara Seumur Hidup Menjadi Hukuman Sementara.

Hal itu disampaikan Yasonna terkait Susrama yang dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Denpasar pada 2010. Susrama divonis penjara seumur hidup usai terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Prabangsa pada Februari 2009.

"Bukan, itu prosedur normal. Itu sudah selesai," ujar Yasonna di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (28/1).
Menurut Yasonna, pemberian remisi kepada narapidana merupakan hal normal. Prosedurnya, kata dia, telah dilakukan melalui penilaian Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP).

Remisi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Susrama tak henti menuai protes, baik dari kalangan jurnalis maupun pihak-pihak lain yang bersimpati seperti LBH dan pers mahasiswa.

Tuntutan agar Jokowi mencabut remisi Susrama terus menguat dalam sepekan terakhir. Setelah komunitas pers di berbagai penjuru Tanah Air melakukan protes, permohonan pencabutan remisi juga disuarakan oleh istri mendiang Prabangsa, AA Sagung Mas Prihantini.

Pada Jumat (31/1) hari ini juga direncanakan akan dilakukan aksi damai menuntut dicabutnya remisi oleh Solidaritas Jurnalis Bali (SJB).

Aksi SJB akan dimulai dari depan Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar, menuju Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali di Jalan Puputan Renon.

Menurut narahubung aksi, Miftachul Huda, aksi damai diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 150 orang.(jateng.antaranews.com/bbs)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved