Sejumlah Pihak Khawatir Imbas Penerapan Kontribusi 10 Dolar untuk Wisman di Bali, Ini Respon Cok Ace

Sejumlah pihak mengkhawatirkan penerapan biaya kontribusi 10 dolar untuk wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk ke Bali

Sejumlah Pihak Khawatir Imbas Penerapan Kontribusi 10 Dolar untuk Wisman di Bali, Ini Respon Cok Ace
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
MENINGKAT - Wisatawan ketika berada di Nusa Lembongan belum lama ini. Tingkat hunian di Nusa Penida saat ini mencapai 70 persen. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah pihak mengkhawatirkan penerapan biaya kontribusi 10 dolar untuk wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk ke Bali berakibat pada turunnya kedatangan mereka ke Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan tidak sependapat dengan pernyataan tersebut.

Cok Ace menjelaskan tidak selamanya jika ada kenaikan biaya, kemudian wisatawan itu tidak jadi pergi ke Bali.

Karena selama kualitas pelayanan tetap bisa dijaga dan bahkan ditingkatkan, dirinya berkeyakinan penurunan itu tidak akan ada. 

Hal itu terbukti ketika terjadi kenaikan tarif airport tax beberapa waktu lalu sebelum Gunung Agung erupsi, ternyata kata dia kunjungan wisatawan ke Bali tidak menunjukkan penurunan.

“Terkait prediksi penurunan kedatangan wisatawan ke Bali, hukum dagang selalu mengatakan demikian, dengan menaikkan harga, seolah-olah ada penurunan kunjungan. Tidak selalu begitu, kami lihat beberapa bulan kemarin sebelum Gunung Agung meletus ada kenaikan airport tax, wisatawan ke Bali tidak turun tuh."

"Apalagi ini nanti uangnya digunakan menjaga budaya Bali. Saya kira Bali ini masih terus dicari,” terangnya saat ditemui usai menghadiri Musda Perpabri di Inna Bali Hotel, Denpasar, Kamis (31/1).

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat ditemui awak media usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bali, Senin (28/1/2019)
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat ditemui awak media usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bali, Senin (28/1/2019) (Tribun Bali/Kadek Wema Satyadinata)

Selanjutnya terkait informasi dari IATA (The International Air Transport Association) yang menyebutkan bahwa kontribusi itu bertentangan dengan kebijakan perpajakan yang telah diterima dan dipublikasikan oleh ICAO di bawah naungan PBB.

Dimana dalam hal ini, Indonesia turut menandatangani Konvensi Chicago.

Nantinya apapun yang akan menjadi format dari pungutan tersebut ia mempersilahkan untuk diatur, namun ditegaskannya secara konseptual masyarakat pariwisata Bali sangat mendukung upaya Pemerintah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved