Vivi dan Rafika, Gadis Banyuwangi yang Ikut Festival Nyurat Lontar di Bulan Bahasa Bali 2019

Sekitar seribu orang peserta mengikuti Festival Nyurat Lontar tengah duduk beralaskan karpet berwarna merah di Gedung Ksiarnawa Lantai I, Taman Budaya

Vivi dan Rafika, Gadis Banyuwangi yang Ikut Festival Nyurat Lontar di Bulan Bahasa Bali 2019
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Vivi Nilasari (merah) dan Rafika Ayu Damayanti (putih) saat mengikuti Festival Nyurat Lontar di Gedung Ksiarnawa Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Jumat (1/2/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar seribu orang peserta mengikuti Festival Nyurat Lontar tengah duduk beralaskan karpet berwarna merah di Gedung Ksiarnawa Lantai I, Taman Budaya (Art Center), Denpasar pada Jumat (1/2/2019).

Sekilas memang terkesan biasa saja ketika melihat mereka yang terdiri atas siswa SMP hingga mahasiswa dari perguruan tinggi di Bali menyurat di atas daun ental itu.

Di tengah kerumunan mereka, Tribun Bali sesekali mencoba mengambil gambar hingga sampai ke barisan belakang.

Siapa sangka, ketika sampai di barisan hampir paling belakang, dua orang wanita berkebaya warna merah dan putih lengkap dengan hijabnya juga turut serta dalam Festival Nyurat Lontar ini.

Ialah Vivi Nilasari dan Rafika Ayu Damayanti yang berasal dari Banyuwangi yang sedang menempuh studi di Sastra Jawa Kuna, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana angkatan 2015.

Vivi bercerita, dirinya bisa menulis di atas lontar sama seperti yang lainnya ini karena memang terdapat mata kuliah itu di kampus.

"Jadi ada matkulnya nyurat lontar, terus ikutan juga ke sini (Festival Nyurat Lontar) gitu," jelasnya.

Sementara ketika dirinya masih berada di Banyuwangi, ia sama sekali tidak mengenal apalagi menulis di atas lontar.

Baca: Prabajnana, Jembatan Penghubung Antar Lontar Kuno dan Masyarakat Modern agar Lontar Tak Lagi Tenget

Baca: Lomba Meme dan Buat Status Media Sosial Berbahasa Bali Ini Bisa Dijumpai di Bulan Bahasa Bali 2019

Baca: Bulan Bahasa Bali 2019 Dibuka 1 Februari Ini, Prof Suarka: Jangan Takut Salah

Senada dengan Vivi, Rafika menjelaskan ia merasa senang ikut serta dalam Festival Nyurat Lontar ini. Menurutnya, ini juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved