Dirjen PAS Langsung Datang Ke Bali Untuk Temui Solidaritas Jurnalis Bali Terkait Remisi Susrama

Langsung menggelar Jumpa Pers di hadapan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB)

Dirjen PAS Langsung Datang Ke Bali Untuk Temui Solidaritas Jurnalis Bali Terkait Remisi Susrama
Tribun Bali / Busrah Hisyam Ardans
Dirjen PAS Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami mendatangi Kantor Kakanwil Kemenkumham Bali di Kantor Kemenkumham Bali, Sabtu (2/2/2019) pagi tadi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Jenderal Pemasyarakatan ( Dirjen PAS) Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami mendatangi Kantor Kakanwil Kemenkumham Bali di Kantor Kemenkumham Bali, Sabtu (2/2/2019) pagi tadi.

Saat mendatangi kantor, dirinya pun langsung menggelar Jumpa Pers di  hadapan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) mengenai remisi I Nyoman Susrama, pembunuh Jurnalis AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Berlangsung sekitar satu jam lebih, Dirjen PAS Kemenkumham RI mengakui dirinya diminta oleh menteri untuk datang dan langsung menerima surat dari SJB untuk dibawakan kepada menteri juga presiden.

Di akhir pertemuan itu, dirinya juga menerima surat keberatan dari SJB terkait remisi Susrama yang dikatakannya sebagai dasar usulan pencabutan remisi Susrama.

"Nanti sore surat dari teman-teman ini, saya dan Bu Dirjen PAS akan bawa kepada Menteri. Jadi siapkan semuanya spesifik apa saja yang menjadi poin pentingnya," kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali, Sutrisno.

"Pak menteri begitu juga gak bisa tidur. Seharusnya jumat kemarin saya ke sini tapi karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan maka baru bisa hari ini. Sampai tadi malam kami diskusi tentang ini, dan dibilang ya udah berangkat aja, akhirnya hari ini bisa bertemu teman-teman," ujar Sri.

"Keyakinan teman-teman dan rasa perihatinan teman-teman juga dirasakan di Pusat. Mudah-mudahan respon cepat bisa diwujudkan sebagaimana isi suratnya. 

Ia mengatakan keyakinan para jurnalis juga dirasakan di pusat.

Sri juga berharap hal ini bisa segera direspon dan diwujudkan sebagaimana isi suratnya.

"Target waktunya secepatnya akan kami kaji ulang dan tindak lanjuti. Bahkan saya diminta menunggu surat dari teman-teman sampai menerimanya. Kalau belum dapat diminta tunggu. Surat nanti akan didisposisi paralel. Jadi sebelum ke pak Presiden kami sudah punya tim pengkaji dulu, seperti itu," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved