Hari Raya Imlek

Seni Barongsai Butuh Ruang Kompetisi untuk Berprestasi

Terlepas dari kepopulerannya, ternyata kesenian barongsai ini tak memiliki banyak gaung di Bali

Seni Barongsai Butuh Ruang Kompetisi untuk Berprestasi
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Perkumpulan Barongsai Naga Dewata (Shenlong) saat latihan untuk menyambut Hari Raya Imlek, Sabtu (2/2/2019). 

Tidak ada arahan dari pemerintah ke arah yang lebih serius.

Padahal barongsai sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang diakui di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Di Bali sendiri juga sudah ada Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Cuma memang di sini FOBI masih belum aktif," tambahnya.

Diharapkan nantinya ada sebuah kompetisi di tingkat lokal maupun regional di Bali, dan pada akhirnya bisa mencari talenta dan bakat baru.

"Dari setiap provinsi bisa mengirim delegasi masing-masing, dikompetisikan. Nanti pemenang dikirim ke kompetisi skala nasional bahkan internasional. Nama Bali juga tentu keangkat juga dari sini," jelasnya.

Baca: Dituding Terseret Kasus Prostitusi Online, Cupi Cupita Beri Tanggapan Begini

Baca: Dirjen PAS Akui Tidak Profiling Satu-satu Usulan Remisi Termasuk Susrama

Hal senada juga diakui Jerry Rosano, salah seorang pendiri dan pelatih perkumpulan Barongsai Shenlong.

Dikatakannya, selama ini cabang olahraga barongsai di Bali cukup sulit berkembang karena tidak ada perhatian dari pemerintah.

Bahkan, ia sempat mencari dana ke luar Bali demi mengikuti lomba barongsai di Makassar.

"Jangankan soal lomba, untuk mendaftarkan klub kami saja sangat sulit. Padahal harusnya komunitas-komunitas ini kan dirangkul dan dibina. Sehingga nanti ada perkembangan," kata dia.

Ia mengakui, pendanaan memang menjadi kendala utama.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved