Melongok Pohon Renta via Aplikasi, Kerja Sama DLHK dan Unud Mendata Pohon-pohon di Denpasar

Mulai tahun ini DLHK sudah bekerja sama dengan pihak Universitas Udayana (Unud) untuk melakukan pendataan pohon-pohon yang ada di Denpasar

Melongok Pohon Renta via Aplikasi, Kerja Sama DLHK dan Unud Mendata Pohon-pohon di Denpasar
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Kejadian pohon tumbang di Jalan Tukad Pakerisan, Kelurahan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (24/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap terjadi hujan yang disertai angin kencang, peristiwa pohon tumbang selalu menyertainya.

Bahkan, pada 24 Januari 2019 lalu, sebanyak 81 pohon bertumbangan dalam satu hari di sejumlah wilayah di Bali.

Peristiwa itu menelan satu korban jiwa yakni di Denpasar.

Hari itu, jumlah pohon tumbang terbesar ada di Kabupaten Badung, kedua di Karangasem, dan ketiga di Denpasar.

Baca: Longsor Ancam 9.260 Jiwa di Desa Susah Sinyal, Karangasem Urutan Pertama Zona Rawan Longsor di Bali

Baca: Ingin Cepat Kaya? Hindari 7 Kesalahan Finansial Ini, Karena Orang Kaya Tidak Akan Melakukannya

Untuk diketahui, Denpasar terdapat sejumlah pohon besar yang berusia tua.

Pohon-pohon renta itu ada di kawasan Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar, dan di kawasan Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Nyoman Agus Mahardika menjelaskan, mulai tahun ini pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Universitas Udayana (Unud) untuk melakukan pendataan pohon-pohon yang ada di Denpasar.

Nantinya, keadaan pohon di Denpasar bisa dilihat cukup lewat aplikasi.

Baca: Program Semat Setiap Minggu, Kini UKM di Tabanan Bebas Jualan di Dangin Carik

Baca: Sadru Was-was saat Hujan Datang, Dilema Penghuni Rumah di Kawasan Rawan Longsor

“Jadi dengan aplikasi itu, kita akan dapat mengetahui berapa jumlah pohon, jenis pohon, dan umurnya berapa. Mulai 2019 ini dikerjakan. Biar data kita akurat.  Kalau cuma mengira-ngira kondisinya, pengetahuan kita tidak sampai ke situ,” kata Agus Mahardika kepada Tribun Bali.

Staf bidang pemeliharaan pohon perindang DLHK Denpasar, Ketut Arnawa menambahkan, meski sudah dilaksanakan pemeliharaan dan perompesan, namun kondisi pohon tua yang kemudian tumbang yang menimbulkan korban, tidak dapat sepenuhnya dilihat dari kasat mata.

Seperti kasus pohon tumbang beberapa hari lalu di Jalan Puputan, Renon, sebenarnya kondisi pohon masih hijau.

Baca: IMLEK 2019 - Ramalan 12 Shio : Peruntungan Bisnis Babi Tanah, Simak Kecocokannya

Baca: Kekeliruan Mengarak Ogoh-ogoh

“Tapi, kondisi di dalam pohon, kita tidak tahu. Seperti kasus kapan hari itu, kan pohonnya masih hijau,” kata Arnawa.

Arnawa menjelaskan, pohon-pohon perindang yang ada di kawasan Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, adalah jenis pohon angsana, trembesi, dan mahoni.

Sementara itu, pohon di kawasan Lapangan Puputan Badung adalah pohon asem, dan angsana.(*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved