Di Bali, Tahun Baru Imlek Juga Disebut Galungan China, Tradisi Ini Selalu Rutin Dilakukan

Ia menambahkan setiap Galungan China ini ada ciri khas yakni turun hujan sehingga dikatakan bahwa Bhatara China turun ke dunia.

Di Bali, Tahun Baru Imlek Juga Disebut Galungan China, Tradisi Ini Selalu Rutin Dilakukan
Tribun Bali / Putu Supartika
Persembahyangan Imlek di Griya Konco Dwipayana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari ini, Selasa (5/2/2018) merupakan perayaan Tahun Baru Imlek 2570.

Bagi etnis Tionghoa, mereka akan melakukan persembahyangan ke Klenteng maupun Kongco.

Dan perayaan ini juga khas dengan warna yang serba merah.

Namun, tahukah anda bahwa Imlek di Bali juga disebut Galungan China?

Pemangku di Griya Kongcho Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Adnyana mengatakan disebutnya Imlek sebagai Galungan China karena di Bali terkenal dengan kearipan lokalnya.

"Ini wujud kearifan lokal di Bali yang artinya Chinese dan Bali itu menyatu seperti bersaudara," kata Adnyana, Selasa (5/2/2019).

Ia menambahkan setiap Galungan China ini ada ciri khas yakni turun hujan sehingga dikatakan bahwa Bhatara China turun ke dunia.

Dalam kehidupan masyarakat Tionghoa, hujan diyakini sebagai lambang kesejahteraan.

"Hujan secara logika kan air  yang membawa berkah yang jadi lambang kesejahteraan. Kalau sudah sejahtera pasti bahagia," kata Adnyana

Selain itu ada berbagai pernak pernik Imlek seperti tebu yang jadi simbol penuntun agar seseorang berjalan di jalan yang benar. 

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved