Balingkang Kintamani Festival (BKF) Direncanakan Jadi Salah Satu Event Besar Tahunan

Agung Yuniarta menyebutkan anggaran yang rencananya digelontorkan provinsi Bali untuk festival tahun depan mencapai Rp. 1 miliar.

Balingkang Kintamani Festival (BKF) Direncanakan Jadi Salah Satu Event Besar Tahunan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Suasana pementasan parade budaya dalam Balingkang Kintamani Festival, Rabu (6/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, Mepetnya pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival (BKF) juga tidak dipungkiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra. Ia mengatakan persiapan BKF yang digelar Rabu (6/2/2018) hanya membutuhkan waktu selama dua minggu.

Agung Yuniartha menceritakan, kegiatan ini digagas oleh Wakil Gubernur Bali dua minggu lalu, sebab terdapat penurunan kunjungan wisatawan tiongkok ke Bali.

Dalam gagasannya, Wagub Bali juga menuturkan bahwa di Bangli ada sejarah perkawinan antar negara yang dilaksanakan Raja Bali kala itu dengan putri asal tiongkok, Kang Cing Wie.

“Nah ini yang coba kami angkat, kemudian kami kumpulkan para seniman dalam sebuah seminar untuk menggali kisah sebenarnya, agar tidak ada kesalahan. Jumlah seniman seluruhnya sekitar 500 orang seniman dari Gianyar dan Bangli. Dan akhirnya upaya kami mengadakan festival hari ini bisa terealisasi,” ujarnya.

Pelaksanaan BKF, ungkap Agung Yuniartha, mulanya tanpa anggaran. Ia menyebut, anggaran pelaksanaan acara awalnya di-backup oleh pihak industry pariwisata, serta ASITA untuk mempromosikan dan mengajak wisatawan cina menonton BKF.

Katanya, dalam acara satu hari saja, jumlah kunjungan wisatawan tiongkok mencapai 3000 wisatawan. “Bahkan kemarin yang sudah masuk daftar sekitar 3100an. Untuk anggaran saat ini, ditaksir mencapai Rp. 700 juta,” bebernya.

Pihaknya menyebut, kunjungan wisatawan tiongkok tahun 2018 hanya sebanyak 1,3 juta wisatawan. Jumlah ini merupakan peringkat pertama, diatas kunjungan wisatawan Australia sebanyak 1,1 juta.

Menurut Agung Yuliartha, jumlah tersebut sebenarnya hanya kurang promosi, sehingga pelaksanaan festival yang cenderung singkat ini, diyakini mampu menggenjot kunjungan wisatawan tiongkok.

Terlebih lagi, sambung Agung Yuniartha, pada tahun 2019 ini pihaknya mentarget kunjungan wisatawan bisa meningkat menjadi 1,5 juta hingga 1,6 juta wisatawan.

“Itu kan ada hitung-hitungannya. Karena secara nasional kunjungan wisatawan asal tiongkok hanya 1,9 juta. Ya memang harapan pak gubernur seperti itu, tentu yang masuk ke Bali ini paling tidak 1,5 juta,” jelasnya.

Acara yang mendadak serta tergolong singkat yakni selama dua hingga tiga jam, kata Agung Yuniartha kedepan akan digelar tiap tahun, dengan persiapan lebih matang.

Sehingga jangka waktu pelaksanaan acara lebih panjang. Mengutip pernyataan Gubernur, Agung Yuniarta menyebut kedepan juga akan menampilkan Festival Anjing Kintamani, ataupun Festival Kopi Kintamani.

Secara hitungan kasar, Agung Yuniarta menyebutkan anggaran yang rencananya digelontorkan provinsi Bali untuk festival tahun depan mencapai Rp. 1 miliar.

“Jadi nanti provinsi punya dua event besar, satu yang ini (BKF) dua Pesta Kesenian Bali. Kami juga ingin membuat acara serupa di Kabupaten lain, namun kami masih mencari apa yang menonjol dari masing-masing kabupaten serta berkaitan dengan wisatawan,” ucapnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved